IHSG turun 0,15% di sesi I, dana asing tinggalkan saham bank

Selasa, 28 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di level 7.095,58 pada sesi pertama perdagangan Selasa (28/4) hari ini, setelah sempat turun 1,03%.

Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp8,59 triliun, sekitar 52% dari total transaksi pada Senin (27/4) kemarin.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi di sesi pertama yaitu Rp371,07 miliar, meski harganya stagnan di Rp5.975 per lembar.

Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 17,17 miliar lembar di seluruh pasar, yang mencakup 16,93 miliar di pasar reguler.

Saat indeks melemah, outflow atau arus modal keluar dari investor asing terus berlanjut, hingga mencatatkan net sell Rp922,12 miliar.

Saham-saham bank berkapitalisasi besar kembali memimpin net sell investor asing, sementara saham tambang dan migas mencatatkan net buy atau pembelian bersih.

Berikut rincian Top 5 Net Foreign Sell dan Net Foreign Buy pada Selasa (28/4) sesi pertama:

Top 5 Net Foreign Sell

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp202,38 miliar
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp141,20 miliar
  3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp114,99 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp39,97 miliar
  5. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) – Rp38,29 miliar

Top 5 Net Foreign Buy

  1. PT Elnusa Tbk (ELSA) – Rp22,50 miliar
  2. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) – Rp21,29 miliar
  3. PT Petrosea Tbk (PTRO) – Rp16,22 miliar
  4. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) – Rp14,13 miliar
  5. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) – Rp8,67 miliar

Dari kawasan emerging market Asia, sejumlah indeks saham bergerak variatif. KOSPI Korea Selatan tetap memimpin dengan kenaikan 0,74% menurut data Bloomberg hingga pukul 12.00 WIB.

NIFTY India dan FBM KLCI Malaysia menyusul dengan kenaikan masing-masing 0,33% dan 0,18%.

Sedangkan indeks saham PCOMP Filipina turun paling dalam mencapai 1%, disusul Hang Seng 0,67% dan SET Thailand 0,32%. (KR)