Laba bersih Mayora melesat 37% di kuartal pertama

Selasa, 28 April 2026

image

JAKARTA – PT Mayora Indah Tbk (MYOR), emiten produsen makanan ringan dalam kemasan, mencetak laba bersih Rp945,58 miliar pada kuartal pertama 2026.

Perolehan itu meningkat 37% secara tahunan atau dari Rp689,4 miliar di kuartal yang sama tahun lalu.

Padahal pada kuartal pertama 2026, pendapatan MYOR turun 4,74% secara tahunan menjadi Rp9,39 triliun. Berbeda dengan kuartal pertama tahun lalu, di mana perseroan menghasilkan pendapatan Rp9,86 triliun.

Penurunan ini sejalan dengan ekspektasi manajemen, dalam panduan kinerja 2026 yang disampaikan pada awal April.

Meskipun pendapatannya melambat, MYOR tetap mempertahankan margin laba bersih double-digit, sebesar 10,07% di kuartal pertama tahun ini. Posisi ini bahkan melebihi margin laba bersih di kuartal pertama 2025, yang berada di kisaran 7%.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan, peningkatan margin laba bersih MYOR sejalan dengan efisiensi beban pokok penjualan yang mencapai 10,36% secara tahunan, menjadi Rp6,89 triliun di kuartal pertama.

Emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di industri makanan olahan ini, juga telah menurunkan beban bunga hingga 13,76% secara tahunan menjadi Rp122,58 miliar di kuartal pertama.

Berdasarkan wilayah, MYOR mencatat penjualan di pasar lokal mencapai Rp5,68 triliun atau setara 60,5% terhadap total penjualan di kuartal pertama. Sisanya sebesar Rp3,72 triliun merupakan penjualan ekspor.

Secara tahunan, penjualan MYOR di pasar domestik turun 8,22% atau dari Rp6,19 triliun. Sedangkan penjualan ekspor meningkat 1,33% atau dari Rp3,72 triliun. (KR)