Emas jatuh 1%, BOJ kirim sinyal kenaikan suku bunga
Selasa, 28 April 2026

JAKARTA - Harga emas turun tajam dalam perdagangan Asia pada Selasa seiring penguatan minyak dan sikap hawkish bank sentral Jepang yang memicu kekhawatiran inflasi akibat perang Iran.
Dikutip dari Investing, harga emas spot melemah 1% menjadi US$4.633,29 per ons, sementara kontrak berjangka turun 1% ke US$4.646,90 per ons. Penurunan juga terjadi pada logam mulia lain, dengan perak turun 3,2% dan platinum melemah 1,3%.
Tekanan pada emas muncul setelah Bank of Japan mempertahankan suku bunga, namun mengisyaratkan kebijakan lebih ketat. Bank sentral tersebut menaikkan proyeksi inflasi indeks harga konsumen untuk tahun fiskal 2026 dan membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan.
BOJ menyebut lonjakan harga minyak dan bahan bakar sebagai pendorong utama inflasi. Sikap ini meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve juga akan mengambil nada serupa dalam pertemuan kebijakan terdekat.
Dolar AS menguat dalam perdagangan Asia, memperpanjang kenaikan dari pekan lalu. Kenaikan suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Di sisi geopolitik, hubungan Amerika Serikat dan Iran tetap buntu. Upaya Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz belum mendapat respons positif dari Washington. Kedua pihak juga gagal melanjutkan pembicaraan langsung setelah menolak pertemuan di Pakistan.
Kenaikan harga minyak mendekati level tertinggi sejak 2022 memperkuat tekanan inflasi global. Kondisi ini mengurangi minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai, karena pasar mengantisipasi suku bunga tinggi di ekonomi utama.(DH)