Catat laba Rp144,9 miliar, bos DRMA pasang target 10% di 2026

Selasa, 28 April 2026

image

JAKARTA - Emiten komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencatat laba bersih sebesar Rp144,9 miliar pada kuartal pertama tahun 2026, naik 1,5% dibandingkan Rp142,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menghasilkan laba per saham (EPS) sebesar Rp31.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan DRMA tercatat Rp1,5 triliun, tumbuh 6% secara tahunan. “Kenaikan pendapatan ini merupakan pencapaian yang pantas disyukuri di tengah isu geopolitik yang memberikan dampak negatif pada pasar manufaktur otomotif di Tanah Air,” tulis Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, dalam keterangan resmi.

Pertumbuhan pendapatan didorong peningkatan penjualan di segmen roda dua dan roda empat. Segmen roda dua masih menjadi kontributor utama dengan porsi 60% terhadap total pendapatan, dengan penjualan mencapai Rp932,3 miliar atau naik 0,6% secara tahunan.

Sementara itu, segmen roda empat mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 24% secara tahunan dengan kontribusi 25% terhadap total pendapatan. Penjualan segmen ini mencapai Rp391,5 miliar, meningkat dari Rp316,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Untuk 2026, DRMA menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10% meski industri otomotif masih menghadapi tantangan. “Sebagai pelaku bisnis, kami dituntut untuk selalu optimis dan mampu melihat celah usaha dalam segala situasi. Untuk itu DRMA sudah menyiapkan strategi untuk bisa mencapai target pertumbuhan pendapatan tersebut,” tambah Irianto.

Strategi yang disiapkan mencakup menjaga pelanggan loyal serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas, termasuk menekan biaya operasional. “Segala bentuk pengeluaran yang bisa dikategorikan sebagai pemborosan harus dihilangkan, baik di dalam maupun di luar kegiatan operasional,” tutup Irianto.

Dari sisi neraca, total aset DRMA pada kuartal I 2026 tercatat Rp4,47 triliun, meningkat sekitar 4,44% dibandingkan Rp4,28 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Liabilitas naik sekitar 3,70% menjadi Rp1,40 triliun dari Rp1,35 triliun, sementara ekuitas tumbuh sekitar 4,08% menjadi Rp3,06 triliun.(DH)