Saham konsumer terpuruk di LQ45, IHSG turun 0,48%
Selasa, 28 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (28/4) di zona merah, dengan penurunan 0,48% atau 34,13 poin ke 7.072,39.
Nilai total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp17,51 triliun, melibatkan perdagangan 31,94 miliar lembar.
Sebanyak 312 saham mencatat kenaikan harga. Namun 340 saham melemah dan 161 lainnya stagnan hingga penutupan perdagangan.
Analis Phintraco Sekuritas menilai saat ini IHSG belum mendapatkan katalis positif baru yang cukup kuat. “Mayoritas indeks di bursa Asia juga ditutup melemah, di tengah ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah,” jelas analis Phintraco.
Secara teknikal, analis Phintraco menilai indikator MACD pada IHSG terus membentuk histogram negatif dan Stochastic RSI memasuki area jenuh jual (oversold).
“IHSG sempat mendekati gap down di 7.022, sebelum ditutup di 7.072. Diperkirakan IHSG masih akan cenderung bergerak sideways di kisaran 7.000-7.200,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor sore ini.
Mayoritas indeks sektoral di BEI juga melemah, dengan penurunan paling dalam pada konsumer non-siklikal yang mencapai 1,61%.
Dua emiten dari sektor ini bahkan menjadi Top Loser di jajaran saham LQ45. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun paling dalam 7,11% ke Rp2.350 per lembar, disusul PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang melemah 5,69% ke Rp1.325 per lembar.
Dari kawasan emerging market Asia, mayoritas indeks saham melemah kecuali FBM KLCI Malaysia yang menguat 0,72% dan KOSPI Korea Selatan 0,39%.
Sementara indeks Hang Seng memimpin pelemahan sebesar 0,95%, PCOMP Filipina turun 0,58%, dan NIFTY India 0,48%. (KR)