Malaysia luncurkan sukuk tokenisasi perdana senilai RM100 juta
Rabu, 29 April 2026

KUALA LUMPUR — Khazanah Nasional Berhad bersama Securities Commission Malaysia resmi meluncurkan sukuk tokenisasi pertama di Malaysia senilai nominal RM100 juta, menandai debut penerbitan berbasis blockchain di pasar modal utang domestik.
Penerbitan ini dilakukan melalui Program Sukuk Danum milik Khazanah, yaitu program surat utang syariah jangka menengah senilai hingga RM20 miliar.
Seperti dikutip theedgemalaysia, tahap perdana memiliki tenor satu tahun dan menggunakan prinsip syariah Wakalah bi al-Istithmar.
Sukuk tokenisasi merupakan representasi digital dari sukuk konvensional yang dicatat menggunakan teknologi distributed ledger technology (DLT), di mana kepemilikan dan data transaksi dibuat dalam bentuk token pada buku besar bersama.
Sistem ini menciptakan catatan digital yang terenkripsi dan tidak dapat diubah, atau “digital twin”, dari instrumen pasar modal yang mendasarinya.
Teknologi tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi penerbitan, penyelesaian transaksi, serta pencatatan.
Managing Director Khazanah, Amirul Feisal Wan Zahir, mengatakan langkah ini bertujuan menguji bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan proses penerbitan dan pengelolaan instrumen pasar modal.
Menurutnya, inisiatif ini bukan sekadar menghadirkan produk baru, melainkan membangun fondasi pasar yang lebih efisien dan transparan dalam jangka panjang.
Ketua Securities Commission Malaysia, Mohammad Faiz Azmi, menambahkan bahwa proyek ini sejalan dengan Capital Market Masterplan 2026–2030 yang menargetkan penguatan pasar obligasi dan sukuk melalui inovasi, konektivitas pasar yang lebih baik, dan efisiensi eksekusi.
Tokenisasi dinilai berpotensi meningkatkan transparansi, memperluas partisipasi investor, serta mendorong pasar yang lebih dinamis.
Saat ini, obligasi korporasi di Malaysia umumnya hanya diterbitkan untuk investor canggih seperti individu dengan kekayaan tinggi, perusahaan besar, dan investor institusi seperti bank, dana pensiun, serta perusahaan asuransi.
Melalui tokenisasi, investor berpotensi membeli sebagian kecil dari obligasi atau sukuk, sehingga ambang investasi dapat ditekan dan akses pasar menjadi lebih luas.
Penerbitan perdana ini melibatkan sejumlah institusi besar seperti CIMB Group Holdings Berhad dan Malayan Banking Berhad, sementara investor mencakup Credit Guarantee Corporation Malaysia, KWAP, OCBC Bank Malaysia, dan sejumlah investor institusional lainnya. (DK)