Aksi jual asing dan lonjakan harga minyak batasi arah IHSG
Rabu, 29 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas dan cenderung melemah pada perdagangan Rabu (29/4), menyusul tekanan jual asing dan harga minyak mentah yang masih tinggi.
Analis Phintraco Sekuritas menyatakan, pelemahan IHSG juga sejalan dengan mayoritas indeks di Asia, menyusul ketidakpastian konflik di Timur Tengah.
Secara teknikal, analis Phintraco menilai indikator MACD pada IHSG melanjutkan pembentukan histogram negatif. Indikator lain seperti Stochastic RSI juga memasuki area oversold, setelah mendekati gap down di 7.022.
“Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis di 7.000, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian dan berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas menyebut tekanan jual investor asing masih cukup tinggi, dengan net sell mencapai Rp1,24 triliun pada Selasa. Investor dinilai cenderung wait and see menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.
“Untuk Rabu (29/4), IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas dengan kecenderungan menguji area gap di level psikologis 7.000,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas.
Selama indeks mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan menuju resistance 7.160-7.230 dinilai tetap terbuka.
Menurut data Bloomberg, kontrak berjangka minyak Brent kembali naik 0,34% ke level US$111,64 per barel. Sementara harga minyak WTI naik 0,25% ke US$100,18 per barel. (KR)