Kritik perang AS-Israel terhadap Iran, Trump kecam Merz
Rabu, 29 April 2026

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam Kanselir Jerman Friedrich Merz atas kritiknya terhadap perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, dengan menegaskan bahwa konflik tersebut diperlukan untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.
Pernyataan Trump pada Selasa kembali mencerminkan kekesalannya terhadap sekutu-sekutu Eropa dan anggota NATO yang dinilainya tidak memberikan dukungan penuh terhadap perang tersebut maupun enggan terlibat langsung.
Dalam unggahan di media sosial, Trump menulis bahwa Merz seolah menganggap Iran boleh memiliki senjata nuklir.
“Jika Iran memiliki senjata nuklir, seluruh dunia akan menjadi sandera,” tulis Trump.
Seperti dikutip Aljazeera, Ia juga menegaskan bahwa dirinya sedang melakukan sesuatu terhadap Iran yang menurutnya seharusnya sudah dilakukan para pemimpin dunia sejak lama.
Trump bahkan menyindir kondisi ekonomi Jerman, dengan mengatakan tidak heran negara itu mengalami kesulitan secara ekonomi maupun di bidang lain.
Meski Jerman dikenal sebagai salah satu sekutu paling setia bagi AS dan Israel, Merz justru menyebut kampanye militer terhadap Iran sebagai langkah yang “tidak dipikirkan dengan matang”.
Menurut Merz, persoalan utama dalam konflik seperti ini bukan hanya bagaimana memulainya, tetapi juga bagaimana mengakhirinya.
Ia menyinggung pengalaman panjang di Afghanistan dan Irak sebagai contoh mahalnya perang berkepanjangan.
Merz juga menilai Washington sedang “dipermalukan” oleh taktik negosiasi Teheran, setelah Iran menolak mengirim delegasi untuk bertemu pejabat AS sebelum blokade terhadap pelabuhannya dicabut.
Sikap Merz ini menjadi perubahan tajam dari kebijakan pro-Israelnya sebelumnya.
Saat Israel mulai menggempur Iran tahun lalu, ia bahkan pernah mengatakan bahwa Israel “melakukan pekerjaan kotor untuk kita semua”.
Namun perang AS-Israel terhadap Iran saat ini telah memicu lonjakan harga minyak, di saat Jerman dan banyak negara Eropa masih berjuang menghadapi dampak krisis ekonomi pascapandemi COVID-19 dan invasi Rusia ke Ukraina.
Sejak perang dimulai, Trump juga beberapa kali mengeluhkan sekutu Eropa karena menolak ikut langsung dalam konflik maupun membantu membuka kembali Selat Hormuz dengan kekuatan militer.
Ketika Merz berkunjung ke Gedung Putih bulan lalu, Trump bahkan sempat mengancam akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol karena sikap negara itu yang menentang perang.
Trump terus berargumen bahwa perang dengan Iran bertujuan mencegah negara itu memperoleh senjata nuklir. (DK)