Trump: Iran minta AS segera buka kembali Selat Hormuz

Rabu, 29 April 2026

image

NEW YORK - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran berada dalam kondisi “runtuh” dan meminta Washington segera membuka kembali Selat Hormuz secepat mungkin.

Dalam unggahan di media sosial, Trump menyebut Teheran ingin jalur pelayaran vital itu kembali dibuka, meski tidak dijelaskan bagaimana Iran menyampaikan pesan tersebut, mengutip dari RTE.

Iran telah memblokade Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia,sejak dimulainya ofensif AS-Israel dua bulan lalu, memicu guncangan besar pada ekonomi global.

Namun, CNN melaporkan Trump kemungkinan tidak akan menerima usulan Iran untuk memulihkan lalu lintas di selat tersebut. 

Qatar juga memperingatkan risiko munculnya “konflik beku” jika tidak ada penyelesaian permanen.

“Kami tidak ingin melihat kembalinya permusuhan di kawasan dalam waktu dekat. Kami juga tidak ingin konflik beku yang bisa mencair kembali setiap kali ada alasan politik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari.

Seorang pejabat AS mengatakan Trump tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang dua bulan tersebut. 

Usulan Teheran disebut menunda pembahasan program nuklir hingga perang benar-benar berakhir dan sengketa pelayaran di Teluk terselesaikan.

Trump disebut ingin isu nuklir dibahas sejak awal, bukan ditunda ke tahap berikutnya.

Gedung Putih menegaskan Washington telah jelas mengenai “garis merahnya” dalam upaya mengakhiri perang yang dimulai bersama Israel pada Februari lalu.

Kesepakatan nuklir 2015 yang pernah membatasi program nuklir Iran sebelumnya runtuh setelah Trump secara sepihak menarik AS dari perjanjian itu pada masa jabatan pertamanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan diplomatik ke Pakistan, Oman, dan Rusia. 

Di Moskow, ia bertemu Presiden Vladimir Putin dan mendapat dukungan dari sekutu lamanya tersebut.

Iran juga menegaskan belum menganggap perang usai. Juru bicara militer Iran mengatakan Teheran masih memiliki banyak kartu yang belum digunakan dan siap merespons lebih keras jika konflik kembali memanas.

Di sisi lain, harga minyak kembali naik hampir 3% seiring ketidakpastian konflik dan masih terbatasnya arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Data pelacakan kapal menunjukkan sedikitnya enam kapal tanker bermuatan minyak Iran terpaksa kembali ke Iran akibat blokade AS dalam beberapa hari terakhir.

Iran mengecam tindakan AS terhadap kapal-kapal terkait Iran sebagai bentuk “legalisasi pembajakan dan perampokan bersenjata di laut lepas”. (DK)