AS hentikan sebagian pengiriman alat Chip ke Hua Hong China

Rabu, 29 April 2026

image

NEW YORK - Pemerintah Amerika Serikat memerintahkan sejumlah perusahaan peralatan semikonduktor untuk menghentikan sebagian pengiriman alat ke Hua Hong, produsen chip terbesar kedua di China, sebagai langkah terbaru untuk memperlambat pengembangan chip canggih Beijing.

Departemen Perdagangan AS pekan lalu mengirim surat kepada beberapa perusahaan, meminta penghentian pengiriman alat dan material tertentu ke dua fasilitas Hua Hong yang diyakini dapat memproduksi chip paling canggih di China.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, perusahaan besar seperti Lam Research, Applied Materials, dan KLA termasuk di antara yang menerima surat pembatasan tersebut, mengutip dari Reuters.

Langkah ini menyasar dua fasilitas Hua Hong, termasuk unit bisnis kontrak chipmaking Huali Microelectronics, yang disebut tengah menyiapkan proses produksi chip 7 nanometer di pabriknya di Shanghai.

Saat ini, SMIC sebagai produsen chip kontrak terbesar di China menjadi satu-satunya perusahaan domestik yang mampu memproduksi chip dengan teknologi 7 nm.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Hua Hong Group telah mengembangkan teknologi manufaktur chip canggih yang dapat digunakan untuk memproduksi chip kecerdasan buatan (AI), sebuah tonggak penting dalam upaya China memperkuat kemandirian teknologi.

Pembatasan terbaru ini merupakan kelanjutan dari kebijakan AS dalam beberapa tahun terakhir untuk menahan ekspor peralatan ke pabrik chip China yang memproduksi semikonduktor canggih, demi menjaga keunggulan teknologi AS di bidang AI dan chip mutakhir atas dasar keamanan nasional.

Namun kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan ketegangan dengan China menjelang rencana pertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden Xi Jinping di Beijing pada Mei mendatang.

Perusahaan pemasok alat chip AS diperkirakan bisa kehilangan miliaran dolar penjualan, terutama jika mereka memasok fasilitas baru atau pabrik yang sedang ditingkatkan untuk memproduksi chip lebih maju.

Meski demikian, Hua Hong masih mungkin mengganti alat-alat tersebut dengan produk dari perusahaan asing non-AS atau produsen lokal China.

Saham Lam Research ditutup turun 3,1%, KLA turun 4,7%, dan Applied Materials melemah 5,8% setelah kabar pembatasan itu muncul.

Huawei Technologies, yang masuk daftar hitam perdagangan AS, juga disebut bekerja sama dengan Hua Hong dan berencana memindahkan sebagian produksi chip AI-nya dari SMIC ke Hua Hong.

Penelitian dan pengembangan chip 7 nm di fasilitas Hua Hong Fab 6 dilaporkan telah dimulai sejak tahun lalu dengan dukungan dari SiCarrier yang didukung Huawei.

Departemen Perdagangan AS menggunakan mekanisme surat khusus bernama “is-informed letter” untuk memberlakukan pembatasan lisensi secara cepat tanpa harus melalui proses regulasi yang panjang. (DK)