Jepang borong minyak AS, biaya terusan Panama melonjak

Rabu, 29 April 2026

image

TOKYO - Jepang bergegas mencari pasokan minyak alternatif dari Amerika Serikat setelah lebih dari 90% impor minyak mentahnya praktis terganggu akibat blokade Selat Hormuz, memicu lonjakan tajam biaya transit melalui Terusan Panama.

Peralihan besar-besaran ke minyak AS ini menjadi bagian dari gelombang permintaan baru dari negara-negara Asia terhadap crude oil Amerika, yang membuat tarif lintasan kapal di Terusan Panama hampir melonjak tiga kali lipat.

Otoritas Terusan Panama pada 23 April melaporkan biaya transit untuk beberapa kapal naik drastis, mengutip dari The Asashi Shimbun.

Harga rata-rata slot lelang mendadak meningkat dari sekitar US$135.000–US$140.000 sebelum serangan ke Iran menjadi sekitar US$385.000 pada Maret dan April.

Seorang pejabat bahkan mengungkapkan satu kapal tanker membayar rekor US$4 juta untuk melintas setelah terpaksa mengalihkan rute dari Eropa menuju Singapura yang kekurangan pasokan bahan bakar.

Jumlah kapal yang melintas juga naik dari rata-rata 34 kapal per hari pada Januari menjadi 36 hingga 38 kapal per hari pada April.

Laporan Financial Times menyebut sedikitnya 29 kapal tanker bermuatan bahan bakar telah mengubah rute sejak serangan terhadap Iran, dengan mayoritas menuju Asia.

Pusat ekspor minyak mentah AS berada di kawasan Teluk Meksiko, terutama di Texas dan Louisiana. 

Kapal menuju Asia dapat memilih jalur panjang melalui Samudra Atlantik dan Tanjung Harapan atau jalur lebih pendek melalui Terusan Panama.

Meski kapal tanker terbesar tidak bisa melewati kanal tersebut, negara-negara Asia tetap menggunakan kapal yang lebih kecil dan lebih mahal demi mempercepat pengiriman. Penghematan bahan bakar dari rute yang lebih pendek dinilai mampu menutupi tingginya biaya transit.

Pada 26 April, tanker pertama minyak mentah AS yang dibeli Jepang setelah blokade Hormuz akhirnya tiba di Jepang.

Kapal yang dioperasikan Cosmo Energy Holdings itu membawa 910.000 barel minyak—setara 0,3 hari konsumsi domestik Jepang—dan bersandar di Keiyo Sea Berth, salah satu fasilitas transfer minyak terbesar di Teluk Tokyo, mengutip dari Splash.

Muatan tersebut diberangkatkan dari Texas pada 22 Maret dan melewati Samudra Pasifik melalui Terusan Panama sebelum diproses lebih lanjut di kilang Chiba menjadi bensin dan produk energi lainnya.

Langkah ini baru awal dari strategi diversifikasi energi Jepang. 

Pemerintah memperkirakan impor minyak mentah AS pada Mei akan meningkat empat kali lipat dibanding tahun lalu.

Selain itu, Jepang juga mencari pasokan dari Timur Tengah non-Hormuz, Asia Tengah, Amerika Latin, dan kawasan Asia-Pasifik.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum bahkan mengumumkan negaranya akan mengekspor 1 juta barel minyak mentah ke Jepang sebagai respons atas permintaan pemerintah Jepang.

Untuk menutup kekurangan saat ini, Jepang juga mulai melepas cadangan minyak domestiknya, yang turun dari delapan bulan konsumsi pada Maret menjadi sekitar tujuh bulan per 21 April. (DK)