Bukalapak milik Emtek tekor Rp425 miliar di kuartal pertama
Rabu, 29 April 2026

JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), emiten teknologi milik Grup Emtek, rugi Rp425 miliar pada kuartal pertama 2026.
Perolehan ini berbanding terbalik dari kuartal yang sama tahun lalu, di mana BUKA mencatatkan laba bersih Rp110,6 miliar.
Padahal perusahaan yang mulai masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2021 ini, mencatat pertumbuhan pendapatan 62,7% secara tahunan menjadi Rp2,36 triliun di kuartal pertama.
Penjualan voucher gaming menyumbang Rp2,01 triliun atau setara 91,53% terhadap total pendapatan BUKA di kuartal pertama, sementara sisanya sebesar Rp139 miliar dari bisnis online to offline, serta Rp47,6 miliar dari bisnis ritel.
Pendapatan dari segmen gaming melesat 91,57% secara tahunan atau dari kuartal yang sama tahun lalu, sementara pendapatan online to offline turun 36,66% dan ritel turun 7,06%.
Namun kenaikan pendapatan BUKA tidak mampu menahan lonjakan beban pokok 66,54% hingga mencapai Rp2,2 triliun di kuartal pertama.
Beban penjualan dan pemasaran BUKA juga meningkat 26,8% secara tahunan menjadi Rp64,6 miliar. Tetapi kenaikan ini diimbangi oleh efisiensi beban umum dan administrasi hingga 37%.
Di luar bisnis inti, BUKA juga mencatat lonjakan signifikan pada rugi nilai investasi bersih di sejumlah instrumen, yang mencapai Rp587 miliar di awal tahun.
Manajemen BUKA dalam laporan keuangannya menyebut angka kerugian ini termasuk investasi pada instrumen saham sebesar Rp470 miliar, baik yang belum maupun sudah terealisasi.
Sampai dengan 31 Maret 2026, total aset BUKA menyusut 2,31% ke Rp25,4 triliun. Sedangkan total ekuitasnya turun 2,14% menjadi Rp25,4 triliun. (KR)