IHSG sesi I naik tipis, rupiah jebol Rp17.341/US$

Rabu, 29 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,12% ke 7.080,63 pada perdagangan sesi pertama Rabu (29/4).

Total nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp8,41 triliun, melibatkan perdagangan 26,8 miliar lembar saham.

Sebanyak 362 saham mencatat kenaikan harga, 303 saham melemah dan 147 lainnya stagnan.

Meskipun IHSG menguat, aksi jual dari investor asing tetap mendominasi di sesi pertama. Saham-saham bank memimpin net sell atau penjualan bersih, sementara saham energi memimpin net buy atau pembelian bersih oleh investor asing.

Berikut rincian Top 5 Net Foreign Buy dan Net Foreign Sell pada sesi pertama Rabu:

Top 5 Net Foreign Sell

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp212,40 miliar
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp150,00 miliar
  3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp47,37 miliar
  4. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp43,77 miliar
  5. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp42,08 miliar

Top 5 Net Foreign Buy

  1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) – Rp27,27 miliar
  2. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) – Rp25,40 miliar
  3. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) – Rp19,22 miliar
  4. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) – Rp16,53 miliar
  5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Rp16,11 miliar

Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah pada perdagangan intraday hari ini sempat turun 0,57% ke Rp17.341 per dolar AS.

Namun hingga pukul 12.00 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah 0,48% ke Rp17.325 per dolar AS.

Pelemahan ini membuat rupiah jadi mata uang terburuk kedua setelah peso Filipina, di antara mata uang lain dari negara emerging market Asia. (KR)