BNY Mellon perbesar porsi di TLKM, Henan Putihrai borong saham SSIA

Rabu, 29 April 2026

image

JAKARTA – Daftar perubahan kepemilikan saham lebih dari 5% di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (27/4), menampilkan pembelian 15 juta saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) oleh The Bank of New York Mellon.

Investor institusi asal Amerika Serikat (AS) ini, tampak rutin menambah saham di emiten BUMN telekomunikasi tersebut sepanjang April. Porsi kepemilikannya di saham TLKM kini telah mencapai 5,82% saham, setelah menyelesaikan transaksi lewat PT Bank HSBC Indonesia

Selain itu, saham Suhaelli Kalla di PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) naik tajam dari 14,49% menjadi 30,32%, setelah membeli 418,01 juta lembar saham BUKK lewat PT BCA Sekuritas. Investor ini juga menjabat sebagai presiden komisaris di perusahaan konstruksi dan infrastruktur tersebut.

Dari industri real estate dan properti, dua transaksi pembelian saham menjadi sorotan.

PT Paraga Arta Mida menambah 2,53 juta saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), membuat kepemilikannya bertambah jadi 9,91%. PT Amantara Sekuritas Indonesia memfasilitasi pembelian ini.

Berikutnya PT Henan Putihrai Asset Management menambah portofolionya di PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dengan pembelian 500 ribu lembar saham. Transaksi ini membuat porsi saham Henan Putihrai, yang dikenal dekat dengan Prajogo Pangestu ini, bertambah jadi 11,23%. Transaksi terbaru berlangsung lewat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Selanjutnya, pembelian 158,79 juta saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) dilakukan oleh PT Samuel Sekuritas Indonesia, yang kini memegang 10,94% saham emiten minyak kelapa sawit tersebut.

Namun di sisi lain, PT Samuel Internasional justru menjual 165 juta NSSS. Namun perusahaan yang terafiliasi dengan kelompok usaha Samuel ini tetap memiliki 6,31% saham setelah menyelesaikan transaksi lewat PT Samuel Sekuritas Indonesia.

Masih dari industri sawit, PT Putra Borneo Agro Lestari melakukan divestasi 246,99 juta saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) lewat PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia. Kepemilikannya pun turun dari 7,6% menjadi 5,01%. 

Pengurangan saham terakhir dilakukan oleh PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), pengendali emiten energi PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). Investor ini menjual 2,50 juta saham dengan kendali saham terakhir di kisaran 68,68%. Henan Putihrai Sekuritas memfasilitasi penjualan tersebut. (KD/KR)

Ingin melihat dengan mudah daftar pemegang saham emiten di atas 1%? Klik di sini.