ELSA bukukan laba Rp190 miliar, genjot investasi teknologi migas

Rabu, 29 April 2026

image

JAKARTA - Emiten subholding upstream Pertamina, PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatat laba bersih Rp190 miliar pada kuartal pertama tahun 2026, naik 2% tahunan, sehingga kenaikan ini mendorong laba per saham (EPS) menjadi Rp25,97. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan ELSA tercatat Rp3,6 triliun, turun 2,7% dari Rp3,7 triliun pada kuartal sama tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, menyampaikan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas kinerja.

Segmen distribusi dan logistik energi masih menjadi kontributor utama dengan porsi 64% terhadap total pendapatan. Jasa hulu migas terintegrasi menyumbang 28%, sementara jasa penunjang migas sebesar 8%.

“Kami melihat Q1 2026 sebagai fondasi yang baik, terutama dari sisi arus kas dan efisiensi operasional. Ke depan, disiplin finansial dan selektivitas investasi menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” tulis Nelwin dalam keterangan resmi, Senin (28/4).

Dari sisi neraca, hingga akhir Maret 2026 total aset naik 0,5% menjadi Rp11,02 triliun dari Rp10,96 triliun pada akhir 2025. Ekuitas meningkat 3,6% menjadi Rp5,50 triliun dari Rp5,31 triliun. Total liabilitas turun 2,3% menjadi Rp5,52 triliun dari Rp5,64 triliun. Kas dan setara kas tercatat Rp3,40 triliun, naik 14,7%.

Sebagai informasi, ELSA mempercepat penguatan operasional melalui investasi teknologi dan pemutakhiran aset strategis untuk mendukung layanan migas. Perseroan mengimplementasikan 25.000 unit Stryde Nodes pada proyek seismik di Sulawesi Tengah. Teknologi nirkabel ini digunakan untuk meningkatkan akurasi data dan efisiensi survei.

Sementara itu, ELSA telah menyiapkan investasi lanjutan, termasuk Ultra Sonic CBL Tools dan modernisasi unit EWL Truck, guna memperkuat layanan eksplorasi dan produksi serta menjaga integritas sumur.

Pada segmen layanan spesialis, perseroan mengembangkan kapabilitas baru melalui rencana investasi unit fracturing. Langkah ini didukung kemitraan dengan penyedia teknologi dan perusahaan jasa, serta pengembangan laboratorium dan pelatihan (fracturing school) pada kuartal II–III untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia.

Selain itu, sinergi dengan fungsi Technology Innovation & Implementation (TI&I) PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Hulu Energi terus ditingkatkan, termasuk dalam pengembangan teknologi Vibroseis EOR dan Inline Inspection (ILI) untuk menjaga keandalan infrastruktur pipa migas.

Dengan strategi investasi yang terukur dan likuiditas yang kuat, Elnusa menargetkan peningkatan kualitas layanan sekaligus menjaga efisiensi operasional di tengah dinamika industri energi 2026.(DH)