Saran Steve Hanke ke UEA: Ambil uang, keluarlah dari OPEC
Rabu, 29 April 2026

JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) resmi keluar dari Organization of the Petroleum Exporting Countries pada 28 April, mengakhiri hampir enam dekade keanggotaan. Keputusan ini menutup periode panjang ketegangan terkait kuota produksi dan hubungan yang memburuk dengan Arab Saudi.
Seperti dikutip fortune, dalam pernyataan resmi, UEA menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan produksi energi domestik. Negara itu juga menegaskan akan menambah pasokan minyak secara bertahap sesuai kondisi pasar.
Ekonom Steve H. Hanke dari Johns Hopkins University menilai keputusan ini dipicu eskalasi konflik dengan Iran. “Perang itu tiba-tiba menjadikan prioritas utama UEA adalah ‘ambil uangnya dan kabur’,” kata dia. Ia menambahkan, “Pertama, OPEC sebagian menghalangi, sekarang perang melawan Iran menimbulkan bahaya yang jauh lebih besar untuk waktu yang lama.”
UEA sebelumnya sudah mendorong peningkatan kuota produksi sejak 2021. Langkah itu didorong kekhawatiran terhadap tren penurunan harga riil bahan bakar fosil seiring percepatan energi hijau. Pemerintah Abu Dhabi juga memperluas investasi ke energi terbarukan, termasuk tenaga surya dan hidrogen rendah emisi.
Menurut Hanke, pendekatan ekonomi yang ia kembangkan menekankan percepatan produksi saat prospek harga melemah. “Jika Anda memperkirakan harga di masa depan akan naik, Anda memperlambat produksi dan menunggu. Jika Anda memperkirakan harga akan turun, Anda meningkatkan produksi dengan cepat.”
Ketegangan meningkat setelah serangan drone dan rudal Iran merusak sejumlah fasilitas energi utama UEA, termasuk kilang Ruwais dan pelabuhan ekspor Fujairah. Gangguan ini membatasi kemampuan ekspor melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz.
“Masalahnya telah bergeser dari penurunan harga riil jangka panjang, menjadi kemungkinan bahwa di masa depan, mereka tidak akan mampu menjual semuanya, atau hanya dapat menjual jauh lebih sedikit,” kata Hanke.
Ia menilai risiko geopolitik tersebut meningkatkan urgensi bagi UEA untuk memaksimalkan produksi saat ini. “UEA kini memiliki insentif besar untuk mengarahkan produksi minyak ke masa kini dan menjauhi masa depan.”
Keluar dari OPEC memberi ruang bagi UEA untuk melepas pembatasan kuota dan mempercepat produksi minyak di tengah ketidakpastian pasar dan konflik kawasan.(DH)