The Fed tahan suku bunga, beda pendapat tertinggi sejak 1992
Kamis, 30 April 2026

JAKARTA – Federal Reserve atau The Fed tetap menahan suku bunga acuan di level 3,5-3,75% sesuai hasil Federal Open Market Committee (FOMC), yang digelar Rabu (29/4).
“Kami melihat sikap kebijakan moneter saat ini sebagai hal yang tepat, untuk mendorong kemajuan menuju target lapangan kerja dan inflasi 2%,” ungkap Ketua The Fed, Jerome Powell.
Keputusan tersebut sesuai ekspektasi pasar, yang memperkirakan The Fed tak akan mengubah suku bunga acuan bulan ini.
Namun di balik keputusan tersebut, muncul perbedaan pendapat di antara anggota dewan The Fed.
Delapan anggota, termasuk Jerome H. Powell dan John C. Williams, mendukung kebijakan seperti yang diumumkan, yakni mempertahankan suku bunga dengan memberi sinyal pelonggaran (easing).
Empat anggota menyatakan beda pendapat dengan posisi yang tidak seragam.
Stephen I. Miran, gubernur yang bergabung pada September 2025 lalu, jadi satu-satunya yang menginginkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan ini.
Sementara itu Beth M. Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie K. Logan mendukung suku bunga tetap bertahan tanpa ada bias pelonggaran.
Tingkat perbedaan pendapat ini disebut sebagai level tertinggi sejak 1992.
Meskipun demikian Powell menegaskan keputusan ini sebagai hasil penilain kolektif dewan, sejalan dengan komitmen kepada kepentingan publik.
“Proses kolaboratif dan deliberatif kami telah cukup lama mencerminkan komitmen bersama, untuk menemukan titik temu dalam misi pelayanan kami,” imbuhnya. (KR)