IHSG hadapi profit taking dan lonjakan harga minyak
Kamis, 30 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak di kisaran 7.050-7.150 pada perdagangan Kamis (30/4), setelah berhasil menguat tipis 0,41% ke 7.101,23.
Meskipun IHSG menguat, investor asing mencatatkan net sell atau penjualan bersih Rp1,19 triliun menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI).
Analis Phintraco Sekuritas menilai kenaikan IHSG pada Rabu (29/4) kemarin, mendapat dukungan dari technical rebound karena posisinya di area jenuh jual (oversold).
Sejumlah indikator teknikal seperti MACD menunjukkan pelebaran histogram negatif, sementara belum ada tanda pembalikan arah meski Stochastic RSI telah berada di area oversold.
“Diperkirakan IHSG berpeluang menguji level MA5 di sekitar level 7.156, namun perlu diwaspadai potensi profit taking menjelang long weekend,” jelas analis Phintraco dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Selain itu, analis Phintraco juga menilai pasar saham menghadapi sentimen negatif dari perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang tidak kunjung menghasilkan kemajuan.
Sentimen ini turut menekan sejumlah indeks saham di Wall Street seperti Dow Jones Industrial (DJI) yang melemah 0,57% dan S&P 500 0,04%.
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah mencatat kenaikan di atas 5%. Menurut data Intercontinental Exchange (ICE), harga minyak WTI naik 6,95% dan Brent naik 5,79% pada Rabu.
Harga emas di pasar spot turun 1,12% ke US$4.543 per troi ons, namun kembali dibuka menguat 0,47% ke US$4.564 per troi ons pada pembukaan sesi Asia hari ini. (KR)