Rugi Wingtech bengkak, sengketa Nexperia tekan kinerja
Kamis, 30 April 2026

BEIJING - Wingtech Technology pada Rabu melaporkan kerugian bersihnya melebar menjadi 8,7 miliar yuan (US$1,3 miliar) sepanjang 2025, dibanding rugi 2,8 miliar yuan pada tahun sebelumnya, akibat sengketa kendali atas Nexperia yang membebani kinerja perusahaan.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Shanghai, Wingtech menyebut kendalinya atas sejumlah entitas luar negeri terkait Nexperia masih dibatasi.
Seperti dikutip Reuters, perusahaan mengatakan entitas tersebut tidak mengikuti instruksi bisnis dari Wingtech dan telah menghentikan pasokan wafer ke divisi terkait Nexperia China, sehingga mengganggu kesinambungan operasi manufaktur perusahaan.
Perselisihan ini bermula pada September lalu ketika pemerintah Belanda mengambil alih kendali Nexperia yang berbasis di Belanda dari induk perusahaannya di China, Wingtech, dengan alasan masalah tata kelola perusahaan.
Wingtech menyatakan tengah menempuh jalur hukum untuk melindungi hak-haknya, sembari mempercepat pengembangan rantai pasok domestik guna memastikan pasokan bagi pelanggan di China maupun pasar global tetap terjaga.
“Nexperia China bekerja sama dengan mitra-mitra di China untuk secara aktif membangun dan mengintegrasikan lini produk transistor,” tulis perusahaan dalam laporannya.
Nexperia China juga disebut telah menyelesaikan produksi uji skala kecil untuk beberapa produk wafer 12 inci yang memenuhi standar otomotif, dan kapasitas produksinya diperkirakan mulai dilepas secara bertahap pada paruh kedua 2026.
Secara terpisah, perusahaan China tersebut mencatat rugi bersih 189,3 juta yuan pada kuartal pertama tahun ini, berbalik dari laba bersih 261,4 juta yuan pada periode yang sama tahun 2025. (DK)