Pertama kali Amerika jadi net exporter minyak, stok susut

Kamis, 30 April 2026

image

DENVER — Persediaan minyak mentah Amerika Serikat anjlok tajam pekan lalu setelah lonjakan permintaan global akibat perang Iran mendorong AS menjadi eksportir bersih minyak mentah secara mingguan untuk pertama kalinya dalam sejarah, menurut data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (29/4).

Seperti dikutip Reuters, stok minyak mentah turun 6,2 juta barel menjadi 459,5 juta barel pada pekan yang berakhir 24 April. 

Angka ini jauh lebih besar dibanding perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan hanya 231 ribu barel.

Persediaan minyak di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, juga turun 796 ribu barel pada periode yang sama.

Total ekspor minyak mentah AS melonjak ke rekor 6,44 juta barel per hari, naik 1,64 juta barel per hari dibanding pekan sebelumnya.

Sementara itu, impor bersih minyak mentah, selisih antara impor dan ekspor, turun 1,97 juta barel per hari hingga masuk ke wilayah negatif, menjadi level terendah dalam data mingguan sejak 2001.

Secara tahunan, AS terakhir kali tercatat sebagai eksportir bersih minyak mentah terjadi pada 1943.

Direktur energi berjangka Mizuho, Bob Yawger, mengatakan tidak ada perubahan signifikan pada produksi domestik maupun aktivitas kilang. 

Menurutnya, penurunan stok sepenuhnya didorong lonjakan ekspor karena barel minyak lebih banyak dikirim ke luar negeri daripada disimpan.

Harga minyak langsung menguat setelah laporan tersebut dirilis. 

Minyak Brent naik US$5,85 menjadi US$117,11 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik US$5,21 menjadi US$105,14 per barel.

Operasi kilang juga meningkat, dengan pemrosesan minyak mentah naik 84 ribu barel per hari dan tingkat utilisasi kilang naik 0,5 poin persentase menjadi 89,6%.

Stok bensin AS turun 6,1 juta barel menjadi 222,3 juta barel, jauh di atas ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan 2,1 juta barel.

Persediaan distilat, termasuk diesel dan minyak pemanas, juga turun 4,5 juta barel menjadi 103,6 juta barel, dibanding perkiraan penurunan 2,2 juta barel.

Analis Kpler Matt Smith mengatakan penurunan kuat pada stok bensin dan distilat terjadi meski laju operasi kilang masih terkendali.

Total ekspor seluruh produk minyak bumi mencapai 14,18 juta barel per hari, naik 1,298 juta barel per hari dari pekan sebelumnya.

Sementara itu, total pasokan produk, indikator proksi permintaan, naik 1,4 juta barel per hari menjadi 21,13 juta barel per hari. (DK)