Laba CDIA merosot meski pendapatan naik 19% di kuartal I

Kamis, 30 April 2026

image

JAKARTA – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten infrastruktur milik Prajogo Pangestu, mencatatkan laba bersih US$8,4 juta pada kuartal I 2026.

Perolehan ini merosot sekitar 70,2% secara tahunan atau dari US$28,17 juta pada kuartal yang sama tahun lalu.

Padahal pendapatan bersih CDIA di kuartal I tahun ini melesat 19% secara tahunan, menjadi US$41,2 juta.

Direktur CDIA, Jonathan Kandinata, mengatakan pertumbuhan pendapatan perusahaan ditopang kontribusi pilar logistik yang menguntungkan, serta pertumbuhan berkelanjutan di segmen energi.

“Kinerja didukung oleh utilisasi aset yang tinggi, basis pendapatan berulang yang stabil, serta peningkatan kontribusi pihak ketiga, dengan tambahan upside dari kenaikan tarif spot kapal,” jelas Jonathan, dalam keterangan yang disampaikan Rabu (29/4) kemarin.

Pilar bisnis energi CDIA menjadi kontributor pendapatan terbesar pada kuartal I 2026, dengan perolehan US$25,3 juta. Berikutnya disusul oleh pendapatan dari bisnis logistik US$14,3 juta, kepelabuhanan dan penyimpanan US$1,2 juta, dan pendapatan lain US$0,4 juta.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, CDIA mencatat adanya lonjakan beban pokok pendapatan sebesar 22,5% menjadi US$31,2 juta di kuartal I 2026.

Kenaikan ini membuat margin laba kotor perseroan menyusut jadi 24,4%.

Selain itu, belanja modal perseroan meningkat 138,7% menjadi US$28,4 juta.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, CDIA gencar menambah armada kapalnya, sejalan dengan ekspansi bisnis di pasar Asia dan Eropa.

CDIA bahkan berambisi memiliki 20 armada kapal di segmen gas, kimia, dan dry bulk hingga akhir 2026. Saat ini jumlah armada yang telah dimiliki perseroan mencapai 14 unit kapal, dengan kapasitas antara 4.200-9.600 DWT. (KR)