Jadi indeks terburuk, IHSG ambruk di bawah 7.000

Kamis, 30 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1,90% ke level Rp6.966.34 pada pembukaan sesi pertama hari ini, hingga pukul 10.29 WIB.

Penurunan ini membuat IHSG jadi indeks saham terburuk, di antara tujuh negara emerging market lain di Asia Pasifik.

Seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah, dengan penurunan paling dalam di sektor Basic Materials yang mencapai 3,01%.

Nilai transaksi saham di BEI mencapai Rp6,33 triliun, melibatkan perdagangan 16,38 juta lembar saham.

Saham-saham bank berkapitalisasi pasar besar mencatat nilai transaksi tertinggi, dipimpin PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp629,89 miliar.

Namun harga saham bank milik Grup Djarum dan Salim ini turun 2,09% ke Rp5.850 per lembar, menjadi rekor terendah baru sekitar 5 tahun terakhir.

Analis Phintraco Sekuritas menilai target support IHSG di 7.000 saat ini sudah tercapai, serta memasuki area kritis di 6.917-7.000.

“Selama bertahan di dalam area tersebut, potensi rebound masih terjaga,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor siang ini.

“Sebaliknya, jika close di bawah area tersebut, menjadi konfirmasi bearish continuation,” imbuhnya.

Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, indeks saham bergerak campuran. NIFTY India menguat 0,76% dan TWSE Taiwan naik 0,46%.

Namun indeks saham lain seperti Hang Seng turun 1,32%, PCOMP Filipina turun 0,54%, dan KOSPI Korea Selatan melemah 0,44%. (KR)