Bank Sentral Ceko: Bitcoin terlalu berisiko bagi cadangan devisa

Kamis, 30 April 2026

image

PRAHA - Gubernur bank sentral Republik Ceko, Alex Michl, mengatakan penambahan Bitcoin ke cadangan devisa berpotensi meningkatkan kinerja portofolio, namun aset kripto tersebut dinilai masih terlalu berisiko untuk dijadikan bagian utama dari reserve bank sentral.

Dalam pidatonya di ajang Bitcoin 2026 di Las Vegas pada Selasa, Michl menegaskan volatilitas Bitcoin jauh lebih tinggi dibandingkan aset lainnya. 

Menurutnya, harga Bitcoin bisa melonjak sangat tinggi, tetapi juga berpotensi jatuh hingga nol, mengutip dari CoinDesk.

Ia menekankan bahwa semua aset memang memiliki risiko kehilangan nilai sepenuhnya, baik saham maupun obligasi, sehingga bank sentral harus tetap mengandalkan diversifikasi portofolio, bukan bertaruh pada satu instrumen saja.

Michl juga bercerita bahwa pertama kali ia menggunakan Bitcoin adalah untuk membeli secangkir kopi, yang jika dihitung dengan harga saat ini setara sekitar US$350, menjadikannya “kopi termahal” dalam hidupnya.

Meski mengakui Bitcoin mencatat imbal hasil yang sangat tinggi dalam jangka panjang, ia tetap menilai aset tersebut terlalu berisiko. Namun, studi internal Czech National Bank menunjukkan Bitcoin memiliki korelasi jangka panjang yang rendah dengan aset tradisional, sehingga dapat membantu meningkatkan imbal hasil portofolio tanpa menambah risiko secara signifikan.

Bank sentral Ceko sendiri menjadi bank sentral pertama di dunia yang menguji pembelian Bitcoin pada November lalu melalui portofolio uji coba senilai US$1 juta yang mencakup Bitcoin, stablecoin dolar AS, dan tokenized deposit.

Meski studi Februari 2026 menyebut alokasi kecil pada Bitcoin berpotensi memberi hasil lebih baik bahkan dibanding emas, dewan gubernur CNB memutuskan untuk belum memasukkan Bitcoin ke dalam cadangan devisa resmi saat ini. (DK)