Laba MTDL naik 3,45% jadi Rp158,9 miliar, distribusi dorong kinerja
Kamis, 30 April 2026

JAKARTA - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatatkan laba bersih Rp158,9 miliar pada kuartal pertama 2026, meningkat 3,45% secara tahunan.
Kenaikan tersebut mendorong laba per saham (Earning Per Share/EPS) MTDL mencapai Rp13 untuk kuartal pertama.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, kenaikan laba sejalan dengan pertumbuhan pendapatan 21,4% secara tahunan mencapai Rp6,7 triliun.
Unit bisnis distribusi mencatat pendapatan Rp4,22 triliun, meningkat 23,8% berkat penjualan perangkat notebook dan smartphone.
Sementara segmen telekomunikasi, khususnya smartphone, mencatat pertumbuhan 45,5%.
“Peningkatan aktivitas pembelian di tingkat dealer, di tengah ketatnya ketersediaan produk dan kenaikan harga baik dari notebook dan smartphone telah membuat unit bisnis distribusi tetap menjadi mesin pertumbuhan pendapatan utama perseroan,” tulis Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja dalam keterangan resmi, Rabu (29/04).
Sementara itu, pendapatan unit bisnis solusi dan konsultasi digital MTDL tumbuh 7,2%, didorong permintaan dari sektor jasa keuangan dan telekomunikasi yang meningkat masing-masing 10,9% dan 8,8%.
Disisi lain, kontribusi pendapatan berulang dari unit bisnis ini mencapai 60,5% dari total pendapatan dan tumbuh 39,5% secara tahunan.
Delapan pilar solusi digital yang menopang pertumbuhan ini termasuk layanan cloud, managed services, dan platform bisnis digital.
Meski mencatat kinerja positif, MTDL menilai kondisi industri masih penuh ketidakpastian akibat risiko geopolitik, gangguan rantai pasok, dan fluktuasi harga.
“Menghadapi kondisi tersebut, MTDL memilih untuk mengeksekusi strategi dengan cara menjaga pangsa pasar, serta memanfaatkan model bisnis, produk dan solusi yang terdiversifikasi untuk mempertahankan pertumbuhan dengan penuh kehati-hatian,” ujar Susanto.
Sementara hingga akhir Maret 2026, total aset MTDL naik 11,45% menjadi Rp14,6 triliun. Dengan liabilitas Rp8,09 triliun, total ekuitas perseroan meningkat 3,65% menjadi Rp6,54 triliun. (DH/KR)