Kevin Warsh selangkah lagi jadi ketua The Fed, gantikan Jerome Powell

Kamis, 30 April 2026

image

WASHINGTON - Kevin Warsh, kandidat pilihan Presiden AS Donald Trump untuk memimpin Federal Reserve (The Fed), lolos dari hambatan penting dalam proses konfirmasi Senat pada Rabu (29/4). 

Hal ini membuka jalan baginya untuk menggantikan Jerome Powell bulan depan, sejalan dengan upaya Gedung Putih memperkuat pengaruh terhadap bank sentral paling berpengaruh di dunia.

Senate Banking Committee meloloskan Warsh sebagai nominasi dengan voting 13-11 sesuai garis partai, sehingga pencalonannya kini maju ke tahap pemungutan suara penuh di Senat yang didominasi Partai Republik. 

Seperti dikutip Reuters, voting final diperkirakan berlangsung pada 11 Mei, sementara masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada 15 Mei.

Di saat voting berlangsung, Powell tengah memimpin rapat kebijakan moneter untuk terakhir kalinya sebagai Ketua The Fed. 

Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar Rabu telah memutuskan suku bunga acuan bertahan di 3,50%-3,75%, seiring inflasi yang masih tinggi dan tekanan harga akibat terganggunya pasokan minyak global akibat perang Iran.

Trump, yang menunjuk Powell pada 2018 namun kemudian kecewa karena kurang agresif memangkas suku bunga, yakin Warsh akan menurunkan biaya pinjaman sesuai harapannya.

Warsh yang berusia 56 tahun, pernah bekerja sebagai seorang pengacara, bankir, dan mantan anggota gubernur The Fed. Dalam sidang konfirmasi pekan lalu, ia mengaku tak pernah adanya pemangkasan suku bunga kepada Trump. 

Namun ia menegaskan akan membawa “perubahan rezim” di bank sentral, agar lebih akuntabel kepada pemerintahan dan kongres di luar urusan moneter.

Dukungan terhadap Warsh menguat setelah Senator Partai Republik Thom Tillis mencabut penolakannya, menyusul keputusan Departemen Kehakiman AS untuk mengakhiri penyelidikan pidana terhadap Powell, yang sebelumnya dinilai sebagai ancaman terhadap independensi The Fed.

Ketua Senate Banking Committee dari Partai Republik, Senator Tim Scott, menyebut Warsh sebagai sosok yang “teruji dan siap memimpin.”

Namun seluruh senat yang terdiri atas 11 orang dari kubu Demokrat di komite, menolak pencalonan tersebut karena meragukan janji Warsh terhadap independensi kebijakan dari intervensi Trump.

Masih belum jelas apakah naiknya Warsh akan membuat Powell langsung keluar dari The Fed, atau tetap bertahan sebagai anggota dewan gubernur hingga masa jabatannya berakhir pada Januari 2028. 

Jika Powell bertahan, Trump berpeluang menghentikan jabatan sebagai anggota dewan gubernur The Fed, meski berpotensi memicu gugatan hukum.

Para Ketua The Fed biasanya mundur untuk memberi jalan bagi penggantinya. Namun Powell sebelumnya menyebut ia tidak akan meninggalkan bank sentral, sampai penyelidikan pidana terhadap dirinya benar-benar tuntas. (DK/KR)