Bank Sentral Swiss ganti cadangan devisa dari dolar ke euro
Kamis, 28 Agustus 2025

JAKARTA - The Swiss National Bank (SNB), atau Bank Sentral Swiss, mengumumkan langkah penting dalam pengelolaan cadangan devisanya.
Hingga akhir Juni 2025, sekitar 39% cadangan devisa SNB dalam denominasi dolar, sementara euro menyumbang 37% dari total cadangan yang nilainya lebih dari US$1 triliun.
Dikutip marketwatch (27/8), Wakil Presiden SNB, Antoine Martin, menegaskan strategi diversifikasi sebagai bagian dari kebijakan investasi.
“Dengan neraca seperti milik SNB, jika kami ingin berinvestasi secara terdiversifikasi, kami harus mengalokasikan sebagian besar kepemilikan dolar kami ke euro. Itulah yang sedang kami lakukan,” ujarnya pada Selasa (26/8).
Langkah ini dilakukan di tengah pelemahan dolar AS, dengan indeks dolar (DXY) telah turun 11% dari puncaknya tahun ini, sebagian besar akibat kekhawatiran bahwa kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump yang dianggap radikal akan mendorong bank-bank sentral dunia menjauh dari dolar.
Meski demikian, baru sedikit yang secara terbuka mengumumkan strategi diversifikasi serupa.
Euro sempat melemah pada Rabu, tetapi sepanjang tahun ini telah terapresiasi 12% terhadap dolar.
Dalam wawancara terpisah dengan Agefi, Martin menjelaskan bahwa bitcoin belum memenuhi kriteria SNB untuk dijadikan instrumen investasi.
Ia juga menegaskan tidak ada rencana untuk mengubah posisi emas, yang saat ini mencapai sekitar 1.040 metrik ton dan menjadikan Swiss sebagai salah satu pemegang emas terbesar dunia.
Di sisi lain, Swiss tengah menghadapi tarif 39% dari Amerika Serikat, tarif tertinggi yang dikenakan pada negara maju.
Meski tekanan ekonomi meningkat, SNB menolak memangkas suku bunga yang kini berada di nol. Martin menilai pemangkasan ke level negatif akan lebih rumit ketimbang pelonggaran ketika suku bunga masih positif.
Ia menambahkan, penguatan franc Swiss sebesar 12% terhadap dolar lebih disebabkan oleh pelemahan dolar ketimbang kekuatan franc itu sendiri.
Walau menekan daya saing ekspor, Martin optimistis perekonomian Swiss mampu menanggung dampaknya.
Menanggapi isu independensi bank sentral, Martin menegaskan pentingnya otonomi lembaga moneter. “Sangat penting agar bank sentral tetap menjadi institusi teknokratik, dalam arti terbaik dari kata tersebut, dan independen,” tegasnya. (DH)