Bos CENTCOM Brad Cooper akan briefing Trump, siapkan serangan?
Kamis, 30 April 2026

JAKARTA - Presiden Donald Trump akan menerima pengarahan pada hari Kamis dari pemimpin Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper, mengenai rencana baru untuk kemungkinan aksi militer terhadap Iran,
Menurut Reuters, mengutip laporan Axios pada Rabu (29/4/26) yang mengungkapkan hal tersebut dari informasi seorang sumber. Namun, Gedung Putih dan Komando Pusat AS tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait hal tersebut.
CENTCOM telah menyiapkan rencana untuk gelombang serangan singkat dan kuat terhadap Iran, kemungkinan termasuk target infrastruktur, menurut Axios yang mengutip sumber.
Gencatan senjata yang rapuh dalam perang Iran dimulai tiga minggu lalu. Perang tersebut dimulai ketika AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang memiliki pangkalan AS. Serangan AS-Israel terhadap Iran dan serangan Israel di Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi.
Trump sebelumnya telah mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran. Para ahli hukum internasional mengatakan serangan semacam itu dapat tergolong sebagai kejahatan perang. Konvensi Jenewa 1949 tentang perilaku kemanusiaan dalam perang melarang serangan terhadap lokasi yang dianggap penting bagi warga sipil.
Rencana lain yang diperkirakan akan disampaikan kepada Trump berfokus pada pengambilalihan sebagian Selat Hormuz untuk membukanya kembali bagi pengiriman komersial. Laporan tersebut menyebutkan operasi semacam itu mungkin melibatkan pasukan darat.
Perang Iran, yang tetap tidak populer di AS, telah mengguncang pasar dan menaikkan harga minyak. Konflik ini membuat lalu lintas melalui selat sempit yang menangani sekitar 20% pengiriman minyak dan gas alam cair global hampir terhenti.
Washington berharap dapat membuat Iran lebih fleksibel dalam perundingan terkait isu nuklir, menurut laporan Axios. Opsi lain yang mungkin dibahas dalam pengarahan tersebut adalah operasi pasukan khusus untuk mengamankan persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran.
Trump menyebut program nuklir Iran sebagai ancaman yang segera. Teheran membantah mencari senjata nuklir, namun mengatakan memiliki hak untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai, termasuk pengayaan, sebagai bagian dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.
Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, juga diperkirakan akan menghadiri pengarahan pada Kamis, menurut Axios. (DH)