Laba bersih BUMI melesat 35,15% di kuartal I 2026
Kamis, 30 April 2026

JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten tambang batu bara dan mineral milik Grup Bakrie dan Grup Salim, memperoleh laba bersih US$24,15 juta pada kuartal pertama 2026.
Perolehan itu meningkat 35,15% secara tahunan atau dari US$17,16 juta pada kuartal yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan Kamis (30/4), pertumbuhan laba BUMI sejalan dengan kinerja pendapatan yang meningkat 19,75% secara tahunan, menjadi US$417,6 juta di kuartal pertama.
Sekitar 83,37% persen pendapatan BUMI pada kuartal pertama mengandalkan bisnis batu bara, dengan kontribusi US$348 juta.
Sementara sisanya sebesar 16,63% atau US$69,4 juta berasal dari bisnis mineral, yang mencakup operasi tambang emas dan perak.
Berdasarkan wilayah distribusi, BUMI menjual 62,31% batu baranya kepada pelanggan di luar Indonesia dan 37,69% sisanya ke pelanggan lokal.
Sedangkan penjualan emas yang mencapai US$66,73 juta di kuartal pertama dan perak US$2,74 juta, dilakukan kepada pelanggan dalam negeri.
Di luar pendapatan dari bisnis inti, BUMI juga mencatat perolehan laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar US$15,8 juta. Perolehan ini melonjak 75,52% secara tahunan.
Menyusul rilis kinerja awal tahun ini, harga saham BUMI terangkat 6,09% atau 14 poin ke Rp244 per lembar hingga pukul 15.30 WIB.
Saat ini pemegang saham terbesar BUMI yaitu Mach Energi (Hongkong) Limited, entitas yang dimiliki oleh Grup Bakrie dan Grup Salim, dengan porsi kepemilikan 45,78%. Investor publik memiliki 54,2% saham.
Berdasarkan data kepemilikan saham di atas 1% yang diolah IDNFinancials.com, Cris Developments Limited muncul sebagai pemegang 3,96% saham BUMI.
Treasure Global Investments Limited memiliki 3,18% saham BUMI, Glas Trust (Singapore) Ltd 2,08%, PT Bakrie Capital Indonesia 1,18%, dan Bank of Singapore Limited 1,03%. (KR)