Powell bertahan, blok upaya Trump kuasai dewan The Fed

Kamis, 30 April 2026

image

JAKARTA - Ketua Federal Reserve, Jerome Powell menyatakan akan tetap menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur untuk waktu yang belum ditentukan, seiring berlanjutnya penyelidikan terkait renovasi kantor pusat bank sentral AS.

“Saya telah mengatakan bahwa saya tidak akan meninggalkan dewan sampai investigasi ini benar-benar selesai dengan transparan dan tuntas, dan saya tetap berpegang pada itu. Saya merasa optimis dengan perkembangan terkini, dan saya mengamati langkah-langkah selanjutnya dalam proses ini dengan cermat,” kata Powell dalam konferensi pers usai rapat kebijakan, seperti dikutip Cnbc.

Ia menegaskan keputusannya akan mempertimbangkan kepentingan institusi setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada 15 Mei. “Keputusan saya mengenai hal-hal ini akan terus sepenuhnya dipandu oleh apa yang saya yakini sebagai kepentingan terbaik lembaga dan masyarakat yang kami layani setelah masa jabatan saya sebagai ketua berakhir pada 15 Mei, dan saya akan terus menjabat sebagai gubernur untuk jangka waktu yang akan ditentukan,” ujarnya.

Dengan tetap bertahan, Powell untuk sementara mencegah Presiden Donald Trump memperoleh mayoritas di Dewan Gubernur. Saat ini, Trump telah menunjuk beberapa anggota lain, termasuk Christopher Waller dan Michelle Bowman. Sementara itu, Stephen Miran akan mundur setelah Kevin Warsh dikonfirmasi.

Keputusan Powell menjawab spekulasi yang muncul menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Pasar sebelumnya telah memperkirakan suku bunga acuan tetap, namun fokus tertuju pada masa depan Powell di bank sentral.

Masa jabatan Powell sebagai ketua berakhir bulan depan, tetapi ia masih memiliki sisa masa jabatan dua tahun sebagai gubernur. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Kevin Warsh yang akan menggantikannya, setelah pencalonannya lolos tahap penting di Senat.

“Saya berencana untuk tidak terlalu menonjol sebagai gubernur,” kata Powell. “Hanya ada satu kursi... Ketika Kevin Warsh dikonfirmasi dan dilantik, dia akan menjadi ketuanya.” Powell juga menanggapi kritik Presiden Trump yang dinilainya tidak biasa dalam sejarah bank sentral. “Saya khawatir serangan-serangan ini merusak institusi dan membahayakan hal yang benar-benar penting bagi publik, yaitu kemampuan untuk menjalankan kebijakan moneter tanpa mempertimbangkan faktor-faktor politik,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya independensi bank sentral dari tekanan politik. “Sangat penting bagi perekonomian kita, bagi masyarakat yang kita layani, agar mereka dapat bergantung, dari waktu ke waktu, pada bank sentral yang beroperasi dengan cara tersebut, bebas dari pengaruh politik.”

Penyelidikan oleh Departemen Kehakiman terkait renovasi gedung menjadi pusat kontroversi terbaru. Jaksa AS Jeanine Pirro sempat mengajukan subpoena terhadap Powell, namun dibatalkan oleh pengadilan dan berencana mengajukan banding.

Pirro kemudian melimpahkan penyelidikan kepada inspektur jenderal The Fed, sehingga menghilangkan unsur pidana dan membuka jalan bagi proses konfirmasi Warsh. Meski demikian, ia menyatakan kasus dapat dibuka kembali jika ditemukan bukti pelanggaran hukum.

Powell menegaskan akan tetap menjabat hingga proses investigasi selesai. “Hal-hal yang telah terjadi dalam tiga bulan terakhir ini, menurut saya, tidak memberi saya pilihan lain selain bertahan setidaknya sampai saya bisa melihat mereka menyelesaikan masalah ini selama itu,” katanya.(DH)