IHSG ambruk 2,42% sepekan, rupiah parkir di Rp17.346/US$
Kamis, 30 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,03% atau 144,42 poin ke 6.956,80 pada perdagangan Kamis (30/4), menambah penurunan sepekan jadi 2,42%.
Sebanyak 576 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah, sementara 133 saham menguat dan 105 lainnya stagnan.
Total transaksi saham di bursa meningkat 27,14% menjadi Rp21,88, setelah mencapai Rp17,21 triliun pada Rabu (29/4) kemarin.
Tiga saham dengan nilai transaksi tertinggi yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp1,78 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp1,15 triliun, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp1,02 triliun.
Harga saham BBCA dan BBRI kompak melemah masing-masing 2,09% dan 2,61%. Namun harga saham BUMI naik 4,35% menyusul rilis laporan keuangan kuartal pertama yang mencatatkan hasil positif.
Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG disebabkan perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang belum memberikan kepastian.
Di sisi lain, ancaman Presiden Donald Trump untuk mempertahankan blokade di Selat Hormuz, dinilai kembali mendorong lonjakan harga minyak mentah.
“Tingginya harga minyak yang lebih lama dari perkiraan meningkatkan kecemasan akan inflasi dan potensi pelebaran defisit APBN 2026,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Dari pasar valuta asing, kinerja mata uang negara emerging market Asia Pasifik terhadap dolar AS cukup variatif.
Won Korea memimpin penguatan 0,73% terhadap dolar AS, baht Thailand menguat 0,57%, dan peso Filipina menguat 0,18%. Penguatan ini terjadi seiring kinerja indeks dolar AS yang melemah 0,24% ke 98,72.
Namun mata uang lain seperti ringgit Malaysia justru melemah 0,57% terhadap dolar AS, rupee India melemah 0,11%, dan rupiah melemah 0,12% ke Rp17.346/US$.
Analis Phintraco memperkirakan investor akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi, yang akan diumumkan awal bulan. Mulai dari perkembangan inflasi, neraca dagang, PMI manufaktur, dan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026. (KR)