Bos MTLA Anhar Sudrajat prediksi masa depan Kertajati, raksasa tidur?
Kamis, 30 April 2026
JAKARTA - Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland, Anhar Sudrajat menilai industri properti menuntut kemampuan melihat masa depan, terutama dalam menentukan lokasi investasi lahan.Menurutnya, jika salah membaca arah pertumbuhan, maka keputusan pembelian tanah bisa menjadi keliru dan berdampak besar bagi perusahaan."Karena itu, Metland selalu berupaya membaca pergerakan ekonomi jauh sebelum kawasan tersebut benar-benar berkembang, kawasan Kertajati di segitiga emas Rebana (Cirebon, Patimban (pelabuhan) dan Kertajati (bandara), misalnya," ujar Anhar, dalam wawancara eksklusif program "Meet The CEO" di M Gold Tower, Jakarta, Selasa (14/4)."Meet The CEO" merupakan program wawancara eksklusif IDNFinancials.com, yang berkolaborasi dengan Suara.com.Dalam acara tersebut, Anhar Sudardjat diwawancarai oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) IDNFinancials.com Mohamad Teguh dan Pemred Suara.com Suwarjono.Ketika pemerintah mulai memberi sinyal pertumbuhan akan bergeser ke timur Jakarta hingga kawasan Rebana, yang meliputi Patimban, Kertajati, dan koridor industri Jawa Barat, Metland melihat peluang itu lebih awal dibanding banyak pengembang lain yang masih fokus di sekitar Jakarta."Sehingga kami pun sekarang di sana dengan percaya diri," ujarnya.
Ia menilai Kertajati tetap merupakan “sleeping giant” yang sangat prospektif, dengan pertumbuhan yang akan lebih ditopang oleh kawasan industri, pelabuhan, dan konektivitas jangka panjang dibanding keberadaan bandara semata.
Untuk mengetahui lebih lengkap pandangan Anhar Sudrajat soal strategi membaca masa depan industri properti, bagaimana Metland berani masuk lebih awal ke kawasan yang belum berkembang, hingga keyakinannya pada potensi besar Kertajati sebagai “sleeping giant”. Simak wawancara eksklusif lengkapnya dalam program “Meet The CEO” berikut ini. (DK)
https://www.youtube.com/watch?v=9BLNZvGZy04