Kementerian Keuangan utang lagi Rp40 triliun, BCR masih rendah

Kamis, 30 April 2026

image

JAKARTA - Kementerian Keuangan kembali menarik utang melalui lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pemerintah pada 28 April 2026.

Namun, sebagian besar bid-to-cover ratio (BCR) berada di kisaran rendah, meski beberapa seri masih mencatat minat investor yang cukup kuat.

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Selasa (28/4), pemerintah menyerap dana sebesar Rp40 triliun dari total penawaran masuk Rp74,95 triliun.

Namun, mayoritas BCR yang tidak terlalu tinggi menunjukkan permintaan investor cenderung moderat dibanding jumlah yang ditawarkan, sehingga pemerintah perlu menyesuaikan yield agar lelang berjalan optimal di tengah kondisi pasar yang masih penuh kehati-hatian.

Sebagai informasi, BCR menunjukkan perbandingan antara jumlah penawaran dengan dana yang dimenangkan. Semakin tinggi angkanya, semakin kuat minat investor terhadap suatu seri SUN.Dari hasil lelang, terlihat minat investor cukup terkonsentrasi pada seri tenor pendek dan menengah, sementara beberapa obligasi tenor panjang masih menunjukkan permintaan yang lebih terbatas.Seri dengan permintaan paling kuat adalah SPN01260530 yang mencatat BCR sekitar 3,44.Tingginya rasio ini menunjukkan besarnya minat investor terhadap instrumen jangka pendek. Pemerintah menyerap Rp1 triliun dari total penawaran Rp3,435 triliun, dengan yield 4,89% dan jatuh tempo 30 Mei 2026.Selain itu, seri FR0108 juga mencatat minat cukup kuat dengan BCR sekitar 2,84.Pemerintah menyerap Rp3,25 triliun dari penawaran Rp9,220 triliun, dengan yield rata-rata 6,80995% dan jatuh tempo 15 April 2036.Sementara itu, seri FR0109 juga menunjukkan permintaan solid dengan BCR sekitar 2,21, dengan penyerapan Rp15,75 triliun dari total penawaran Rp34,744 triliun dan yield rata-rata 6,63518%. Seri ini jatuh tempo pada 15 Maret 2031.Namun demikian, sebagian besar seri SUN lainnya menunjukkan permintaan yang relatif tipis dengan BCR di kisaran 1,0 hingga 1,7.Rinciannya sebagai berikut:

   • FR0106: BCR 1,74 (Rp2,7 triliun)   • FR0107: BCR 1,37 (Rp5,15 triliun)   • FR0102: BCR 1,17 (Rp3,6 triliun)   • FR0105: BCR 2,20 (Rp1,75 triliun)   • SPN12260730: BCR 1,33 (Rp2,4 triliun)Bahkan, seri SPN12270429 hanya mencatat BCR sekitar 1,04, atau hampir tidak mengalami kelebihan permintaan (oversubscription). Penyerapan mencapai Rp4,4 triliun dari total penawaran Rp4,562 triliun. (DK/ZH)