Indonesia perluas QRIS ke China
Jumat, 01 Mei 2026

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) resmi memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk transaksi lintas negara dengan China mulai Kamis. Inisiatif ini memungkinkan masyarakat Indonesia dan China melakukan pembayaran dua arah hanya dengan memindai kode QR.
Saat ini, sistem mendukung QR UnionPay, QR Alipay, serta QR terpadu yang menampilkan kedua logo tersebut. Sementara itu, platform lain seperti WeChat Pay masih dalam tahap pengembangan dan penyesuaian teknis.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa kemudahan ini berlaku bagi warga Indonesia di China maupun warga China di Indonesia. “Mereka bisa menggunakan ponsel untuk melakukan pembayaran,” ujarnya saat peluncuran di Jakarta.
Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, menyambut positif langkah ini. Ia menilai Indonesia menunjukkan kemajuan dalam inovasi keuangan digital. Menurutnya, sektor perbankan perlu beradaptasi dengan perubahan global, termasuk kecerdasan buatan dan digitalisasi, melalui investasi teknologi dan SDM.
Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Santoso Liem, menilai kolaborasi ini membuka peluang besar, terutama dengan tingginya mobilitas wisatawan dan potensi peningkatan hubungan bisnis kedua negara.
Integrasi dengan standar QR nasional China dilakukan secara bertahap dan membutuhkan koordinasi antar penyedia layanan agar konektivitas berjalan optimal. Ke depan, ekspansi QRIS diharapkan mencakup lebih banyak platform, termasuk WeChat Pay yang masih dalam tahap eksplorasi.(DH)