GIAA rebut top 25 dunia, sinyal pemulihan menguat
Sabtu, 02 Mei 2026

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kembali masuk jajaran 25 maskapai terbaik dunia pada 2026, menandai percepatan pemulihan kinerja di tengah proses restrukturisasi yang masih berjalan.
Maskapai pelat merah itu menempati peringkat ke-24 dalam kategori World’s Best Full-Service Airlines 2026 versi AirlineRatings, sekaligus menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam daftar global tahun ini.
Chief Executive Officer GIAA, Glenny Kairupan, menyebut capaian tersebut mencerminkan momentum positif dari akselerasi kinerja dan program restrukturisasi yang dijalankan perusahaan.
“Di tengah lanskap penerbangan global yang penuh tantangan, pencapaian ini menandai kemajuan nyata dalam transformasi kami,” ujar Kairupan dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Antaranews, Kamis.
Peringkat yang dirilis AirlineRatings.com ini disusun berdasarkan survei dan penilaian panel independen terhadap kinerja maskapai dan pengalaman penumpang sepanjang tahun.
Penilaian mencakup kualitas layanan dalam penerbangan seperti makanan, kenyamanan kabin, dan profesionalisme awak, serta aspek operasional seperti keandalan dan konsistensi layanan. Inovasi dan standar keselamatan juga menjadi indikator utama dalam evaluasi.
Masuknya kembali Garuda ke daftar global mempertegas posisinya sebagai maskapai nasional yang mampu menjaga standar internasional di tengah tekanan industri penerbangan.
Manajemen menegaskan akan terus mendorong transformasi menyeluruh dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta pengembangan digital secara berkelanjutan.
Seperti diberitakan IDNFinancials.com, pendapatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencapai US$762,35 juta pada kuartal pertama 2026, meningkat 5,36% secara tahunan atau dari kuartal yang sama tahun lalu.
Mayoritas pendapatan GIAA berasal dari penerbangan berjadwal, yang menyumbang US$684,1 juta atau sekitar 85,1% terhadap total pendapatan, menurut laporan keuangan yang disampaikan Rabu (22/4).
Sementara pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal menyumbang US$24,98 juta atau 3,28% terhadap total pendapatan, dan sisanya US$89,27% dari pendapatan lain-lain.(DH)