Efisiensi di awal 2026, TINS raup laba Rp1,5 triliun

Sabtu, 02 Mei 2026

image

JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan laba bersih hingga akhir Maret 2026 sebesar Rp1,5 triliun, atau setara 595% dari target yang ditetapkan sebesar Rp252 miliar, sejalan dengan laba, EPS tercatat Rp202. Capaian tersebut ditopang kenaikan harga timah global serta peningkatan signifikan volume produksi dan penjualan.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, TINS membukukan pendapatan Rp5,47 triliun, melonjak 160,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,10 triliun.

 “Pada kuartal I 2026, Perseroan membukukan kinerja keuangan yang solid, ditopang oleh pencapaian kinerja operasional yang cukup signifikan serta konsistensi strategi optimalisasi dan efisiensi berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Sehingga Perseroan berhasil melampaui target laba yang telah ditetapkan,“ ujar Direktur Utama, Restu Widiyantoro, dalam keterangan resmi.

Dari sisi operasional, produksi bijih timah mencapai 6.312 ton Sn, naik 96% secara tahunan. Produksi logam timah meningkat 82% menjadi 5.630 metrik ton, sementara penjualan melonjak 113% menjadi 6.009 metrik ton.

Harga jual rata-rata juga menguat tajam ke level US$49.221 per metrik ton, naik 51% secara tahunan, mengikuti tren kenaikan harga global di London Metal Exchange.

Hingga akhir Maret 2026, total aset perseroan meningkat menjadi Rp15,23 triliun, dengan ekuitas naik 18,4% menjadi Rp9,96 triliun. Struktur keuangan tetap solid, tercermin dari current ratio 276,1% dan debt to equity ratio 10,6%.

Penjualan masih didominasi ekspor sebesar 97%, dengan pasar utama meliputi China, India, Korea Selatan, Italia, Singapura, dan Belanda.

Ke depan, perseroan memproyeksikan prospek tetap positif, didukung tren harga timah yang kuat di tengah pasokan global yang ketat serta meningkatnya permintaan dari industri elektronik dan semikonduktor, seiring akselerasi teknologi seperti kecerdasan buatan.(DH)