AS kembangkan laser 300 kW JLWS untuk tembak rudal di Golden Dome

Minggu, 03 Mei 2026

image

JAKARTA - Anggaran Pentagon terbaru mengungkap bahwa militer Amerika Serikat tengah mempercepat pengembangan senjata laser berdaya tinggi berbasis kontainer (containerized) dengan kapasitas di atas 300 kilowatt melalui program Joint Laser Weapon System (JLWS). Sistem ini dirancang untuk menembak jatuh rudal jelajah dan menjadi bagian dari inisiatif pertahanan rudal Golden Dome senilai US$17,9 miliar.

Menurut Tom’s Hardware (3/5), dokumen anggaran fiskal Departemen Perang AS tahun 2027 (FY2027), buku justifikasi penelitian dan pengembangan, serta proposal pendanaan Golden Dome menunjukkan bahwa JLWS merupakan salah satu program paling serius dalam pengembangan sistem pertahanan rudal berbasis energi terarah. Sistem ini ditujukan untuk memperkuat homeland missile-defense architecture Amerika Serikat menghadapi ancaman rudal modern.

JLWS merupakan bagian dari inisiatif “Golden Dome for America”, yaitu sistem pertahanan berlapis yang dirancang untuk menghadapi ancaman rudal balistik, rudal hipersonik, dan rudal jelajah. Program ini menempatkan senjata energi terarah sebagai salah satu elemen utama pertahanan generasi baru AS.

Dalam dokumen RDT&E (Research, Development, Test and Evaluation), Angkatan Laut AS menjelaskan bahwa JLWS dikembangkan sebagai prototipe Laser Weapon System (LWS) untuk aplikasi anti-rudal. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan subsistem laser berenergi tinggi ke dalam prototipe senjata yang akan diuji di lingkungan operasional, termasuk skenario maritim.

Dikutip dari Tom’s Hardware (3/5), Pentagon juga mengejar pengembangan laser berbasis kontainer dengan daya lebih dari 300 kW. Targetnya adalah prototipe High Energy Laser (HEL) yang dapat digunakan untuk tahap test and evaluation. Desain ini memungkinkan sistem lebih modular, mudah dipindahkan, dan dapat digunakan di berbagai platform militer tanpa modifikasi besar.

Dalam FY2027, pemerintah AS mengalokasikan sekitar US$452 juta untuk program “Directed Energy System Development, Integration and Assessment” di bawah Golden Dome. Pendanaan ini mencakup pengembangan, integrasi, dan pengujian sistem energi terarah sebagai bagian dari modernisasi pertahanan rudal.

Pengembangan JLWS juga merupakan kelanjutan dari program sebelumnya seperti HELIOS (High-Energy Laser with Integrated Optical Dazzler and Surveillance) milik Angkatan Laut AS serta Indirect Fire Protection Capability-High Energy Laser (IFPC-HEL) milik Angkatan Darat AS. Program-program tersebut menjadi dasar pengembangan teknologi laser militer saat ini.

Selama beberapa dekade sejak era Perang Dingin, militer AS telah mencoba mengembangkan senjata laser untuk menembak jatuh rudal. Namun, berbagai sistem sebelumnya umumnya terbatas pada kondisi tertentu karena kendala ukuran, biaya, dan kompleksitas, sehingga belum dapat digunakan secara luas dalam operasi militer.

Kini Pentagon menilai bahwa kemajuan dalam teknologi laser solid-state, sistem manajemen panas, kontrol sinar presisi, dan arsitektur daya modular dapat mengatasi keterbatasan tersebut dan membuat senjata laser lebih realistis untuk penggunaan operasional.

Namun, tantangan teknis masih besar. Rudal jelajah memiliki kecepatan tinggi, terbang rendah mengikuti kontur medan, serta mampu bermanuver secara tak terduga. Kondisi ini menuntut sistem laser untuk mempertahankan fokus sinar dengan presisi tinggi dalam waktu tertentu agar dapat memberikan kerusakan struktural atau termal yang efektif.

Selain itu, faktor atmosfer seperti kelembapan, debu, turbulensi udara, dan distorsi termal dapat melemahkan atau menyebarkan energi laser, sehingga mengurangi efektivitas sistem, terutama pada jarak operasional yang lebih jauh.

Meski demikian, konsep desain berbasis kontainer tetap menjadi fokus utama karena dinilai mampu meningkatkan fleksibilitas deployment. Sistem ini memungkinkan laser dipindahkan dan digunakan di berbagai platform dengan lebih cepat dibanding sistem generasi sebelumnya yang bersifat tetap dan terintegrasi permanen.

Dengan seluruh pengembangan tersebut, JLWS masih berada pada tahap prototipe dan pengujian, namun menjadi salah satu program senjata energi terarah paling ambisius yang sedang dikembangkan Pentagon dalam upaya memperkuat sistem pertahanan rudal generasi baru Amerika Serikat. (SA)