Populer sepekan: Iran hantam markas AS, IHSG ambruk di bawah 7.000
Senin, 04 Mei 2026

JAKARTA – Eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) menjadi fokus pasar sepanjang 27 April–3 Mei 2026, di tengah tekanan pada pasar keuangan domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hingga di bawah level psikologis 7.000, menjadikannya salah satu indeks dengan kinerja terburuk di antara negara emerging market Asia Pasifik.
Iran dilaporkan telah menyerang sedikitnya 16 pangkalan militer AS di Timur Tengah dengan tingkat akurasi tinggi, menargetkan aset strategis seperti radar dan infrastruktur komunikasi.
Ketegangan meningkat setelah AS melancarkan serangan balasan, serta mengancam perdagangan di Selat Hormuz hingga keberadaan kabel bawah laut di wilayah tersebut.
Di dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet dengan melantik enam pejabat baru. Kebijakan fiskal kembali menjadi perhatian pasar, setelah pemerintah menyebut wacana pemangkasan anggaran MBG demi menghemat APBN hingga Rp50 triliun per tahun.
Dari sisi global, utang AS menembus US$39 triliun, sementara wacana pembukaan kembali Selat Hormuz dan proyek Land Bridge Thailand menjadi sorotan sebagai alternatif jalur perdagangan.
Di pasar modal, aksi korporasi seperti pembagian dividen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dan pengangkatan Susi Pudjiastuti sebagai komisaris utama independen, turut mewarnai dinamika pasar.
Berikut daftar berita terpopuler IDNFinancials.com sepanjang 27 April–3 Mei 2026:
(KR)