Trump dorong buka Hormuz, harga minyak langsung turun

Senin, 04 Mei 2026

image

JAKARTA - Rencana Presiden Donald Trump untuk membuka sebagian jalur Selat Hormuz langsung menekan harga minyak dan memicu pergerakan campuran di pasar saham Amerika Serikat.

Seperti dikutip Marketwatch, kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 0,7% dan sempat menyentuh level di bawah US$100 per barel, seiring harapan pasar terhadap potensi pemulihan distribusi energi global.

Sentimen tersebut muncul setelah Trump mengumumkan rencana operasi yang akan dimulai Senin untuk membantu kapal dari negara netral keluar dari jalur yang selama ini tertutup akibat konflik dengan Iran.

“Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” katanya.

Pasar saham merespons dengan pergerakan terbatas. Dow Jones futures naik tipis, S&P 500 bergerak datar, sementara Nasdaq-100 berbalik melemah. Di sisi lain, Bitcoin naik tipis dan diperdagangkan di kisaran US$79.000.

Penutupan Selat Hormuz sejak konflik pecah pada akhir Februari telah memutus sebagian besar pasokan minyak global, mengingat jalur tersebut merupakan arteri utama perdagangan energi dunia.

Komando Pusat AS menyatakan siap mendukung pelayaran komersial dengan pengerahan kapal perusak Angkatan Laut dan lebih dari 100 pesawat. “mendukung kapal-kapal dagang yang ingin melintas secara bebas melalui koridor perdagangan internasional yang penting,” Namun, rincian teknis operasi belum diungkap. Gedung Putih juga belum memberikan komentar tambahan.

Di tengah perkembangan ini, Trump mengklaim adanya kemajuan dalam komunikasi dengan Iran, meski tanpa detail konkret. “diskusi yang sangat positif” dengan Iran “yang dapat menghasilkan sesuatu yang sangat positif bagi semua pihak,”

Sementara itu, negara-negara OPEC+ mengumumkan kenaikan produksi minyak untuk Juni. Namun, pasar menilai langkah tersebut masih bersifat simbolis selama jalur Hormuz belum sepenuhnya dibuka.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama Wall Street ditutup mayoritas menguat, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor baru, mencerminkan ketahanan pasar di tengah tekanan geopolitik dan lonjakan harga energi.(DH)