Penerbangan pulih, UEA cabut semua larangan terbang
Senin, 04 Mei 2026

JAKARTA - Uni Emirat Arab resmi mencabut seluruh pembatasan penerbangan yang diberlakukan sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Otoritas penerbangan sipil menyatakan seluruh operasi udara kini kembali ke kondisi normal setelah evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan dan operasional.
“Keputusan kami diambil setelah melakukan penilaian komprehensif terhadap kondisi operasional dan keamanan, berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait,” seperti dikutip Aljazeera.
Langkah ini menjadi tonggak penting bagi pusat penerbangan utama seperti Dubai dan Abu Dhabi, yang sebelumnya terdampak pembatasan sejak akhir Februari.
Konflik kawasan sempat mengganggu besar sektor penerbangan Timur Tengah, termasuk penutupan sebagian wilayah udara akibat serangan balasan Iran. Kondisi tersebut membatasi rute penerbangan jarak jauh antara Eropa dan Asia.
Sejumlah negara seperti Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, dan Kuwait juga sempat menutup wilayah udaranya secara penuh atau sebagian. Maskapai besar UEA, termasuk Emirates, flydubai, dan Etihad Airways, sebelumnya menghentikan atau membatasi operasional selama puncak konflik.
Data industri menunjukkan lebih dari 11.000 penerbangan di kawasan dibatalkan pada fase awal perang. Seiring meredanya konflik setelah gencatan senjata yang dimediasi Pakistan, aktivitas penerbangan mulai pulih. Pada awal Maret, lalu lintas udara UEA secara bertahap kembali, dengan jutaan penumpang mulai terlayani meski belum sepenuhnya normal.
Pemulihan sektor aviasi regional kini semakin terlihat. Qatar Airways mengonfirmasi akan kembali membuka rute ke sejumlah kota di Irak mulai 10 Mei, serta memperluas jaringan global dalam waktu dekat.(DH)