USS Gerald Ford tinggalkan Timur Tengah
Senin, 04 Mei 2026

JAKARTA - Kapal induk USS Gerald R. Ford keluar dari kawasan Timur Tengah usai terlibat dalam operasi militer melawan Iran, menandai pengurangan kekuatan laut Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Seperti dikutip Straitstimes, Seorang pejabat AS menyebut kapal tersebut kini berada di bawah komando Eropa, setelah menjalani penugasan lebih dari 10 bulan salah satu yang terpanjang dalam sejarah modern Angkatan Laut AS.
Dengan keluarnya Ford, AS kini menyisakan dua kapal induk utama di kawasan, yakni USS Abraham Lincoln dan USS George H.W. Bush, bersama sekitar 20 kapal Angkatan Laut lainnya.
Selama penugasan, Ford tidak hanya terlibat dalam konflik Iran, tetapi juga menjalankan operasi di Karibia, termasuk penindakan terhadap kapal penyelundup dan tanker yang terkena sanksi.
Namun, operasi panjang itu diwarnai sejumlah kendala teknis. Kebakaran di ruang laundry pada Maret melukai dua awak dan merusak fasilitas kapal, sementara laporan media juga menyebut gangguan sistem sanitasi selama pelayaran.
Penarikan kapal induk ini terjadi di tengah gencatan senjata terbuka antara Washington dan Teheran yang belum menghasilkan penyelesaian permanen. Ketegangan tetap tinggi, dengan Iran masih menutup Strait of Hormuz dan AS mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran.(DH)