Lonjakan harga emas topang kinerja BRMS saat produksi turun

Senin, 04 Mei 2026

image

JAKARTA – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), emiten tambang emas milik Grup Bakrie, memperoleh laba bersih US$18,05 juta pada kuartal pertama 2026.

Perolehan itu meningkat 21,6% secara tahunan atau dari US$14,85 juta di kuartal yang sama tahun lalu.

Peningkatan laba bersih BRMS di kuartal pertama tahun ini, sejalan dengan kinerja pendapatan yang meningkat 9,73% menjadi US$69,47 juta.

Direktur & Chief Financial Officer BRMS, Charles Gobel, mengatakan produksi emas di kuartal pertama tahun ini mengalami penurunan, akibat operasi pushback di area tambang terbuka River Reef, Poboya.

“Namun demikian, kami tetap dapat membukukan kinerja keuangan yang semakin membaik dikarenakan harga jual emas dan perak kami yang semakin meningkat,” jelas Charles, dalam keterangan yang disampaikan pekan lalu.

BRMS mencatat volume produksi emas yang dijual di kuartal pertama mencapai 460 kilogram, turun 32,55% secara tahunan. Sedangkan volume produksi perak juga turun 32,15% secara tahunan menjadi 1.277 kilogram.

Di sisi lain, harga jual emas BRMS di kuartal pertama meningkat 60,63% jadi US$4.512/oz dan harga jual perak melesat 132,47% menjadi US$66,81/oz.

Meskipun demikian, BRMS tetap optimis dengan target produksi serta penjualan emas di sekitar 80.000 troi ons sampai dengan akhir 2026, didukung peningkatan kapasitas mulai Mei-Juni mendatang. (KR)