EV pangkas konsumsi bbm global secara masif pada 2025

Senin, 04 Mei 2026

image

JAKARTA - Lonjakan adopsi kendaraan listrik dan plug-in hybrid mulai menggerus konsumsi minyak global secara signifikan. Riset BloombergNEF mencatat teknologi ini telah memangkas sekitar 2,3 juta barel konsumsi minyak per hari sepanjang 2025.

Angka tersebut diproyeksikan meningkat lebih dari dua kali lipat pada akhir dekade, seiring pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di pasar global.

Seperti dikutip Insideevs, meski laju penjualan di Amerika Serikat melambat, permintaan tetap kuat di sejumlah ekonomi besar seperti China, Europe, dan India. Data Benchmark Mineral Intelligence menunjukkan penjualan kendaraan plug-in global mencapai 20,7 juta unit pada 2025, tumbuh 20% secara tahunan.

Menariknya, kendaraan listrik roda dua dan tiga saat ini memberi kontribusi terbesar dalam pengurangan konsumsi minyak, terutama di negara berkembang Asia. Segmen ini mengurangi sekitar 1,1 juta barel per hari, melampaui kontribusi mobil penumpang yang mencapai sekitar 741.000 barel.

Namun dalam jangka menengah, mobil listrik diperkirakan menjadi pendorong utama pengurangan konsumsi minyak. Secara keseluruhan, kendaraan plug-in diproyeksikan mampu menghilangkan hingga 5,3 juta barel konsumsi minyak per hari pada 2030.

Estimasi lebih konservatif datang dari Ember yang menghitung penghematan sekitar 1,7 juta barel per hari pada 2025. Meski lebih rendah, angka ini tetap setara dengan sekitar 70% ekspor minyak Iran melalui Selat Hormuz.

Selain dampak energi, adopsi kendaraan listrik juga memberikan manfaat kesehatan melalui penurunan emisi. Sejumlah studi menunjukkan peningkatan penggunaan EV di wilayah seperti California dan New York berkontribusi pada perbaikan kualitas udara.

Dari sisi ekonomi, biaya operasional kendaraan listrik dinilai lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Listrik rumah tangga umumnya lebih murah dibandingkan bensin per kilometer, sementara biaya perawatan juga lebih efisien dalam jangka panjang.

Perhitungan U.S. Department of Energy menunjukkan kendaraan seperti Hyundai Ioniq 5 memiliki biaya tahunan lebih rendah dibandingkan model hybrid seperti Toyota RAV4, tergantung pola penggunaan dan metode pengisian daya.(DH)