CPO global naik, pemerintah kaji kenaikan harga Minyakita

Senin, 04 Mei 2026

image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia membuka opsi menaikkan harga eceran tertinggi minyak goreng subsidi Minyakita seiring kenaikan harga crude palm oil (CPO) global.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan penyesuaian harga diperlukan untuk menyesuaikan lonjakan biaya produksi, dan tidak terkait dengan implementasi program biodiesel B50.

“Kita perlu melakukan penyesuaian yang sesuai,” ujarnya, seperti dikutip Antaranews. Ia menambahkan, batas harga saat ini tidak berubah sejak 2024 sehingga evaluasi dinilai wajar. Meski demikian, keputusan final masih dalam tahap pembahasan.

“Kami masih mempertimbangkannya,” katanya. Pemerintah memastikan pasokan Minyakita tetap aman dan harga relatif terkendali di tingkat nasional. Saat ini, produk tersebut dijual sekitar Rp15.800 per liter, sedikit turun dari sebelumnya Rp15.900.

Namun, disparitas harga masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama di kawasan timur seperti Papua akibat kendala distribusi. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah menugaskan Bulog memperkuat penyaluran ke daerah dengan biaya logistik tinggi.

Di sisi lain, pemerintah juga bersiap menjalankan kebijakan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian energi sekaligus menghemat subsidi hingga Rp48 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kebijakan tersebut akan mencampur 50% CPO ke dalam solar sebagai bagian dari strategi efisiensi energi nasional.(DH)