Israel kirim laser beam anti drone Iran ke UAE

Senin, 04 Mei 2026

image

TEHERAN - Israel dilaporkan mengirimkan sistem pertahanan udara berbasis laser Iron Beam ke Uni Emirat Arab (UEA) selama konflik terbaru dengan Iran, untuk membantu melindungi negara Teluk tersebut dari serangan rudal dan drone.

Langkah ini disebut sebagai perkembangan penting dalam kerja sama pertahanan antara kedua negara, mengutip dari THE TIMES OF ISRAEL.

Menurut laporan Financial Times, Israel juga mengirimkan sistem pengawasan canggih bernama Spectro yang mampu mendeteksi drone Iran dari jarak hingga sekitar 20 kilometer.

Laporan tersebut muncul setelah Axios sebelumnya menyebut bahwa Israel telah mengerahkan baterai Iron Dome ke UEA dan mengirim puluhan personel militer untuk mengoperasikannya.

Sumber yang mengetahui situasi itu mengatakan bahwa Israel turut mengirim sejumlah sistem senjata tambahan yang tidak disebutkan secara rinci, dan menyebut bahwa kehadiran pasukan di lapangan “bukan jumlah kecil”.

Selain itu, Israel juga disebut memberikan intelijen waktu nyata mengenai peluncuran rudal Iran yang menuju wilayah UEA.

Kerja sama militer ini disebut sebagai salah satu bentuk keterbukaan publik pertama yang menunjukkan kolaborasi pertahanan lebih jauh di luar latihan bersama, sejak kedua negara menormalisasi hubungan pada 2020 melalui Abraham Accords, yang salah satunya dipicu oleh kekhawatiran terhadap Iran.

Laporan juga menyebut bahwa sebagian besar sistem yang dikirim masih berupa prototipe atau belum sepenuhnya terintegrasi dengan sistem militer Israel, karena dilakukan dalam kondisi perang yang bergerak cepat.

Iron Beam sendiri adalah sistem laser berdaya tinggi yang baru mulai dioperasikan militer Israel pada akhir 2025.

Sistem ini dirancang untuk menembak jatuh proyektil kecil dan melengkapi sistem lain seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow.

Keunggulannya adalah biaya operasional rendah karena tidak menggunakan amunisi konvensional, melainkan energi laser.

Menurut laporan Axios, pengiriman ini dilakukan setelah komunikasi antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Sejak konflik dimulai, ratusan rudal dan ribuan drone diluncurkan Iran ke berbagai target di kawasan, menjadikan UEA salah satu negara yang paling terdampak. Meski sebagian besar serangan berhasil dicegat, beberapa tetap mengenai target militer dan sipil, sehingga mendorong Abu Dhabi meminta bantuan tambahan dari sekutunya. (DK)