Kontribusi CBP naik 7,6%, laba INDF tumbuh 9% di kuartal I

Senin, 04 Mei 2026

image

JAKARTA - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan laba bersih Rp2,96 triliun hingga 31 Maret 2026, naik 9% secara tahunan.

Pertumbuhan laba bersih Perseroan tersebut sejalan dengan penjualan neto konsolidasian yang naik 7% menjadi Rp33,89 triliun pada kuartal I 2026.

Peningkatan pendapatan terjadi pada semua segmen usaha INDF, termasuk consumer branded product (CBP) yang menyumbang Rp21,5 triliun. 

Seperti yang diberitakan IDNFinancials sebelumnya, anak usaha INDF di bidang CBP, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), memang membukukan penjualan tumbuh 8% meski labanya turun 3% di kuartal I 2026.

Kemudian, lini usaha Bogasari mencatatkan kontribusi Rp8,5 triliun, disusul segmen agribisnis Rp4,9 triliun, dan distribusi Rp2,1 triliun.

Namun, dari sisi operasional, laba usaha emiten dari sektor barang konsumen primer milik Grup Salim ini turun 6% menjadi Rp6,53 triliun dari Rp6,92 triliun, terutama dipengaruhi oleh menurunnya laba kurs dari kegiatan operasional.

Meski demikian, marjin laba usaha tetap terjaga pada level sehat sekitar 19,3%.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim, mengklaim bahwa perusahaan mampu mempertahankan kinerja di tengah tantangan global.

“Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” ujarnya lebih lanjut dalam siaran pers.

Dari sisi neraca, INDF mencatatkan total aset sebesar Rp140,15 triliun hingga 31 Maret 2026, ditopang oleh aset lancar Rp54,92 triliun, serta aset tidak lancar Rp85,24 triliun.

Sementara itu, total liabilitas tercatat sebesar Rp63,13 triliun, berasal dari liabilitas jangka pendek Rp13,00 triliun, serta liabilitas jangka panjang Rp50,13 triliun.

Sejak awal 2026, harga saham INDF naik 4,87% menjadi Rp7.000 per lembar. Dalam sebulan terakhir saja, saham INDF naik 6,46% dan hingga pukul 11.00 WIB hari ini, Senin (4/5), harga sahamnya naik 3,70%. (DK/ZH)