BSDE catat prapenjualan Rp2,54 triliun di kuartal I 2026
Senin, 04 Mei 2026

JAKARTA - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia, membukukan prapenjualan sebesar Rp2,54 triliun pada kuartal I 2026.
Realisasi itu meningkat 4,52% secara tahunan, serta setara 25% dari target prapenjualan Rp10 triliun untuk 2026.
Kinerja tersebut ditopang oleh segmen residensial yang menjadi kontributor terbesar dengan capaian Rp1,23 triliun atau setara 49% dari total prapenjualan, diikuti segmen komersial Rp944,14 miliar, serta segmen lain-lain sebesar Rp364,39 miliar.
Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, menyampaikan bahwa permintaan properti masih menunjukkan daya tahan, khususnya di segmen hunian.
Ia mengatakan BSDE melihat permintaan properti residensial masih cukup resilien. “Hal ini didukung oleh kebutuhan hunian yang tetap kuat serta kepercayaan konsumen terhadap kawasan mandiri terintegrasi seperti BSD City,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (4/5).
Hermawan menambahkan bahwa strategi pemasaran dan pengembangan produk yang tepat sasaran, menjadi faktor penting dalam menjaga momentum penjualan BSDE awal tahun ini.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah proyek unggulan di BSD City seperti Nava Park, Hiera, The Armont Residences, Eonna, Terravia, Vireya, hingga klaster baru “Izzi” turut mendukung pertumbuhan kinerja.
Selain itu, proyek di Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur, dan Grand City Balikpapan juga memberikan kontribusi tambahan.
Pada segmen komersial, penjualan ruko menjadi penyumbang terbesar dengan Rp584,60 miliar bagi prapenjualan BSDE, disusul kavling komersial Rp246,67 miliar, dan apartemen Rp112,87 miliar.
Proyek apartemen seperti The Elements, Southgate, dan Aerium di Jakarta serta Akasa dan Upper West di BSD City juga turut berkontribusi.
Secara geografis, BSD City masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sekitar 71% terhadap total prapenjualan BSDE.
Ke depan, Hermawan mengaku BSDE optimis dapat mencapai target prapenjualan 2026, dengan tetap mengedepankan strategi peluncuran produk yang pruden dan memperkuat jaringan pemasaran.
“Serta didukung oleh program penjualan nasional kami ‘Royal Key’ yang relevan dengan kondisi pasar,” imbuhnya. (DK/KR)