AHY: Giant Sea Wall Pantura penting lindungi aset ekonomi dan penduduk
Senin, 04 Mei 2026

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni mencapai US$368,36 miliar atau sekitar Rp6.396 triliun (asumsi kurs: Rp17.364).
Karena itu, ia menegaskan pentingnya pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa guna melindungi aset ekonomi di sepanjang wilayah tersebut.
Hal ini mengingat Pantura saat ini mengalami penurunan muka tanah dan berisiko tinggi terdampak banjir rob, mengutip dari Bisnis.
"Dan potensi kerugian ekonomi 27% kontribusi dari pantura terhadap PDB nasional, ini signifikan. Jika kita memiliki proyeksi yang positif, maka kita harus menangani kondisi pantura Jawa ini dengan baik dan serius. Dijaga jangan sampai terjadi kerusakan lingkungan yang semakin buruk," kata AHY dalam agenda Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan Giant Sea Wall akan mencakup 5 provinsi, 20 kabupaten, dan 5 kota, membentang dari Tangerang, Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Selain untuk melindungi aset ekonomi, proyek ini juga bertujuan menjaga kawasan permukiman pesisir yang saat ini dihuni sekitar 55 juta jiwa.
"Masyarakat yang ada di pantura ini kalau di wilayah pantura ada 20 kabupaten dan 5 kota itu kurang lebih 55 juta penduduknya.Jadi ini masyarakat kita jumlahnya besar. Oleh karena itu, ini adalah urgensi yang kita harapkan mendorong dan menggerakkan kita semua," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 535 kilometer akan segera direalisasikan. Infrastruktur ini dinilai krusial untuk menahan laju penurunan muka tanah, khususnya di pesisir utara Jawa.
"Ini untuk menyelamatkan 50 juta penduduk, air laut naik 5 cm setahun, jadi harus segera kita selamatkan," jelasnya.
Prabowo juga menambahkan bahwa hampir 60% pusat industri di Pulau Jawa berada di kawasan pesisir Pantura.
Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kinerja ekonomi nasional.
Ia memperkirakan total biaya pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara Jawa mencapai US$80 miliar atau sekitar Rp1.297 triliun (asumsi kurs: Rp16.219), dengan panjang proyek sekitar 500 kilometer dari Banten hingga Gresik.
“Proyek ini menyangkut jarak yang tidak pendek, kalau tak salah 500 Km, dari Banten sampai Jawa Timur ke Gresik dan perkiraan biaya yang dibutuhkan US$80 miliar,” ujar Prabowo dalam acara puncak International Conference of Infrastructure (ICI) 2025, Kamis (12/6/2025). (DK)