OCBC NISP ambil alih layanan nasabah affluent HSBC Indonesia

Senin, 04 Mei 2026

image

 

JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) siap mengakuisisi aset dan liabilitas segmen Wealth and Premier Banking milih PT Bank HSBC Indonesia untuk memperkuat segmen konsumer Perseroan.

“Pada tanggal 4 Mei 2026, Perseroan dan HSBC Indonesia menandatangani perjanjian di mana Perseroan, tunduk pada dipenuhinya persyaratan pendahuluan sebagaimana tercantum dalam perjanjian, akan mengakuisisi aset dan liabilitas Wealth and Premier Banking dari HSBC Indonesia,” jelas manajemen NISP dalam pernyataan resmi, Senin (5/4).

Melalui akuisisi segmen konsumer affluent ini, NISP berharap dapat memperkuat bisnis konsumer dan memperluas basis nasabah Perseroan.

Sebagai catatan, hingga akhir Maret 2026, NISP membukukan penyaluran kredit naik tipis 1,24% secara tahunan menjadi Rp171 triliun. Sementara itu, total aset tumbuh 6,7% menjadi Rp312,88 triliun, dengan kas dan setara kas Rp1,23 triliun.

Dari segi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4% menjadi Rp226,4 triliun, didukung pertumbuhan rasio CASA menjadi 61,9%. Total liabilitas per akhir kuartal I 2026 berada di posisi Rp268,3 triliun.

 Pihak NISP belum mengungkap nilai transaksi ini, namun nilai akan ditentukan berdasarkan kesepakatan, “dan tunduk pada penyesuaian yang dibuat para pihak setelah penyelesaian transaksi.”

Sumber dana untuk melangsungkan transaksi ini, menurut manajemen NISP, akan diambil dari dana internal Perseroan.

Pada Februari 2026 lalu, IDNFinancials melaporkan bahwa beberapa bank regional di Asia bersiap mengikuti proses tender bisnis ritel HSBC Indonesia.

Bank-bank tersebut termasuk entitas induk Bank DBS, Bank OCBC NISP, Bank CIMB Niaga, dan Bank UOB, serta Sumitomo Mitsui Financial Group.

Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa valuasi aset HSBC Indonesia tersebut diperkirakan melampaui US$200 juta, atau sekitar Rp3,4 triliun.

Sementara itu, melansir laman resminya, HSBC Indonesia membukukan penyaluran kredit Rp68,23 triliun per 31 Maret 2026, dengan DPK sebesar Rp100,16 triliun. Total aset sebesar Rp149,43 triliun, dengan liabilitas Rp129,74 triliun. (ZH)