Lonjakan harga minyak dan pelemahan Wall Street batasi IHSG
Selasa, 05 Mei 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali bergerak di rentang terbatas, setelah berhasil menguat 0,22% ke level 6.971,95 pada Senin (4/5).
Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG awal pekan ini cenderung sideways, diperkuat dengan posisi teknikal yang menunjukkan golden cross pada indikator Stochastic RSI. Namun pada indikator MACD, laju pembentukan histogram negatif mulai melemah.
“Sehingga IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi di kisaran level 6.900-7.100,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Sedangkan analis BRI Danareksa Sekuritas memproyeksi IHSG akan bergerak terbatas, karena menghadapi sentimen pelemahan nilai tukar rupiah dan fokus investor pada rilis pertumbuhan ekonomi kuartal pertama.
Rentang support bagi IHSG menurut analis BRI Danareksa berada di kisaran 6.920-7.000 dan resistance pada 7.100-7.160.
Di sisi lain, analis CGS International Sekuritas menilai pelemahan indeks Wall Street dan nilai tukar rupiah, akan menjadi sentimen negatif bagi pasar saham. Walaupun kenaikan harga komoditas energi juga turut menjadi sentimen positif bagi IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.875/6.780 dan resist 7.070/7.165,” ungkap analis CGS International.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah 0,33% ke level Rp17.394/US$ pada Senin. Pelemahan ini membuat rupiah jadi mata uang terburuk kedua untuk kawasan emerging market Asia Pasifik, di bawah baht Thailand. (KR)