Harga saham ambles 53% sebulan, DSSA masuk UMA

Selasa, 05 Mei 2026

image

JAKARTA ­– PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten sektor energi milik Grup Sinar Mas, masuk dalam kategori saham Unusual Market Activity (UMA).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono, mengatakan masuknya saham DSSA ke dalam kategori UMA karena ada penurunan harga di luar kebiasaan.

Meskipun demikian, Yulianto menegaskan pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap regulasi pasar modal.

“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham DSSA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” jelas Yulianto, dalam pengumuman yang disampaikan Senin (4/5).

Selain itu, Yulianto meminta agar investor memperhatikan tanggapan DSSA atas permintaan konfirmasi dari BEI, serta mencermati kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat.

Menurut data IDNFinancials.com, harga saham DSSA telah turun lebih dari 53% dalam dua pekan perdagangan terakhir, serta bertahan di level Rp1.626 per lembar pada Senin.

Dengan asumsi Earnings Per Share (EPS) yang disetahunkan di level Rp19,72 maka harga saham DSSA mencerminkan Price to Earnings (PE) Rasio 77,33 kali.

Mayoritas saham DSSA berada di bawah kendali PT Sinar Mas Tunggal dengan kepemilikan 59,9%. Porsi saham investor publik tercatat sebesar 20,4%.

Meskipun demikian, BEI memasukkan saham DSSA dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) pada awal April 2026, karena adanya indikasi konsentrasi kepemilikan saham perseroan di bawah entitas tertentu.  

Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham DSSA adalah Franky Oesman Widjaja, putra dari pendiri Grup Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja. (KR)